1 / -

Kisah Inspiratif Soebagijono Kepala UPT Puskesmas Bantur, Berhasil  Pulihkan Ratusan ODGJ

Kisah Inspiratif Soebagijono Kepala UPT Puskesmas Bantur, Berhasil Pulihkan Ratusan ODGJ

MALANG, UPDATE NEWS99 – Ditengah hiruk-pikuk acara Lokarkarya Mini (Lokmin) di UPT Puskesmas Wonokerto pekan lalu, Soebagijono S. Kep. NS, MM. Kes, Kepala UPT Puskesmas Bantur Kabupaten Malang turut hadir memberikan paparan. Salah satunya terkait penanganan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) secara komprehensif melalui program inovatif.

Dengan wajah teduh, sorot mata yang jernih, suaranya terdengar jelas berwibawa, pejabat struktural dan fungsional tenaga kesehatan tingkat kecamatan ini sangat membantu kami dalam menyusun berita akurat dan kridibel.

Atas dedikasinya dalam menangani ODGJ, Ia meraih beberapa anugerah penghargaan, mulai dari pemerintah pusat hingga daerah.

Dikatakannya, motivasi kita bicara social orienteering. Artinya kita harus berkarya dengan dasar sosial, hati dan jiwa kita. “Tetapi kalau orientasi kita ke money oriented, kita hanya fokus pada apa dapat kita berikan dari program jiwa”, jelas Bagyo mengawali perbicangannya.

Selanjutnya, juga motivasi belajar yang tidak harus mengenal waktu. Dalam arti, waktu adalah masa usia. Meskipun Bagyo kini masuk dalam katagori usia pertengahan yaitu 58 tahun, tetapi selama hayat masih dikandung badan ia harus tetap semangat dalam belajar.

Masalah utama penderita ODGJ, tutur pria penyandang gelar pendidikan S-1 Keperawatan di Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang tahun 2008 dan S-2 Magister Manajemen Kesehatan STIE Malang tahun 2011 ini, sebenarnya bisa disembuhkan sedini mungkin.

Dia menjelaskan, ada tujuh terapi yang ia terapkan dalam pemulihan OGDJ, beberapa diantaranya seperti modalitas, farmakologi, kerja, sosial, religius dan beberapa terapi lain. Lebih dari itu juga memperlakukan pembelajaran secara langsung. Pasien ODGJ itu ia bebaskan secara bertahap.

“Atas nama Puskesmas Bantur kita melakukan kunjungan perawatan serta bimbingan bersama keluarga pasien”, ujarnya.

Alhasil, hanya dalam kurun waktu selama 9 bulan, sebanyak 18 pasien bisa sembuh total tanpa harus dirujuk ke RS, termasuk sisanya meski harus dibantu dengan obat.

“Saya sangat bersyukur atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan hidayah kepada saya dan keluarga. Selanjutnya, saya diberi kesehatan, umur panjang, sehingga bisa merawat mereka yang terlupakan. Mereka yang sebenarnya kita lihat, tetapi kita pura-pura tidak melihat. Mereka adalah saudara yang mendengar, tetapi kita pura-pura tidak mendengar”, bebernya.

Kisah inspiratif ayah dari dua putri dan putra ini sejak tahun 2011, ketika ia melakukan deteksi dini. Pihaknya menemukan sebanyak 2012 orang penderita ODGJ. Jumlah para penyandang disabilitas mental itu tersebar di lima desa wilayah Kecamatan Bantur yakni di Desa Bantur, Wonorejo, Srigonco, Sumberbening dan Desa Bandungrejo.

Hal yang memprihatinkan, sebut dia, dari jumlah ODGJ tersebut, 18 orang diantaranya dalam kondisi terpasung.

“Lebih dari 10 tahun, mereka keluar masuk Rumah Sakit (RS). Selain ada rasa jenuh dan keputusasaan warga,termasuk keterbatasan biaya perawatan. Akhirnya,keluarga ambil jalan pintas dengan memasung”, ujar Bagyo mengenang.

Atas capaian prestasinya yang luar biasa, Soebagijono pernah menerima penghargaan Karya Bakti Sosial dari Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. Penghargaan berikutnya juga dari Menteri Kesehatan RI
Andi Nafsiah Walinono Mboi. Tak hanya itu, karena dinilai berhasil dalam inovasi Posyandu jiwa, Soebagijono juga terima penghargaan dari Gubernur Jawa Timur Soekarwo kala itu. Sebagai Puskesmas dengan layanan kesehatan jiwa terbaik, dia juga mendapat penghargaan dari Bupati Malang HM. Sanusi.

“Atas nama Puskesmas Bantur saya ucapkan beribu-beribu terimakasih tentang atensi, advokasi, perhatian kami dalam merawat ODGJ yang butuh pertolongan dan uluran tangan kita”, Bagyo mengakhiri. (H.Sur/DK)