
KOTA MALANG, UPDATENEWS99, – Ketua Dewan Harian Cabang (DHC) Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Kota Malang, Kol. Purn. H. Utuh Agung Minarno, ST., MM., memberikan pembinaan pada Dewan Harian Ranting (DHR 45) Kecamatan Klojen di Balai RW 10 Kelurahan Oro-oro Dowo. Sabtu, (16/11/2024)
Lukman Hakim, Wakil Ketua (DHR 45) Kecamatan Klojen mewakili ketua yang tidak hadir menyambut Kol. Purn. H. Utuh Agung Minarno, St., MM., Ketua (DHC 45) Kota Malang.
Kol. Purn. H. Utuh Agung Minarno, St., MM., Ketua Dewan Harian Cabang (DHC) Badan Penerus Pembudayaan Kejuangan 45 dalam materi pembinaan ke tingkat kecamatan mengangkat tema, “Pentingnya Menjaga Sejarah Bangsa Untuk Dimasukkan dalam Kurikulum Pendidikan Dasar 12 tahun”.
Wari Sutardjo, selaku tuan rumah, sebagai Bendahara DHR-45 Kecamatan Klojen mewakili ketua dan wakil ketua menyampaikan ucapan terimakasih atas kedatangan seluruh pengurus dan undangan.
“Semoga dalam pembinaan organisasi Pengurus Dewan Harian Ranting (DHR-45) Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Kecamatan Klojen yang diberikan oleh Ketua DHC-45 Kota Malang ini akan membuat semakin mantap dalam melestarikan nilai-nilai cinta kebangsaan dan tanah air,” tutur Wari.
Selanjutnya, Kol. Purn. H. Utuh Agung Minarno, St., MM., memberikan sambutannya sekaligus memberikan materi pembinaan ideologi dan wawasan kebangsaan kepada seluruh pengurus DHR-45 Kecamatan Klojen dan undangan.
Ia dengan semangat joeang 45 yang mewarisi jiwa pejoeang orang tuanya sebagai pejuang yang ikut serta berperang melawan penjajah.
Selanjutnya ia sampaikan bahwa Kita adalah putra dan putri para pejuang 45 yang tidak semuanya menjadi anggota TNI/Polri, kita sebagai anak pejuang dengan latar belakang dan predikat yang berbeda tetapi kita tetap memiliki semangat juang 45 yang semangatnya harus kita tularkan pada anak cucu dan dari generasi ke generasi untuk menjaga kemerdekaan NKRI ini.
Menyinggung 4 Pilar Kebangsaan, ia menyampaikan bahwa bangsa ini harus menjunjung tinggi perbedaan kebhinekaan. Bangsa ini harus menjaga Pancasila sebagai ideologi yang mempu mempersatukan bangsa Indonesia. Serta bangsa ini harus mengakui kehidupan berbangsa dalam satu bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan bangsa ini harus menjunjung tinggi UUD 1945 sebagai arah tujuan kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Janganlah Generasi Z menjadi generasi strawberry, luarnya nampak cantik dan manis, ketika digencet, mudah loyo dan hancur. GenZ harus kuat! Menghadapi tantangan masa depan bangs ini!” Orasinya penuh semangat.
“Kita sebagai pewaris penjuang 45, kita harus mewariskan semangat pejuang orang tua kita kepada mereka untuk mencintai tanah air kita. Kita tidak rela dijajah oleh bangsa lain lagi!” Tambahnya.
“Kita menghimbau pada pemerintah, agar pelajaran sejarah bangsa mulai jaman Sriwijaya, Majapahit hingga jaman kemerdekaan RI ini harus dimasukkan ke dalam kurikulim pendididkan dasar kita! Agar anak cucu kita tau perjuangan para pahlawan kita yang gugur mempetahankan NKRI ini,” tutupnya.
Selanjutnya, acara ditutup dengan memberikan santunan kepada para duafa berupa sembako dan uang, serta ramah-tamah. (awik/dicky/kw)








