
MALANG, UPDATE NEWS99, – Sebagai bentuk perhatian serta kepedulian terhadap masyarakat pesisir, Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Malang menggelar karya bakti dan bakti sosial di Pantai Bajulmati Desa Gajahrejo Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang Selasa(6/5/2025).
Mengawali kegiatan, Komandan Lanal Malang Kolonel Laut Hartanto, M.Tr. Hanla dengan didampingi Kepala Lembaga Penyediaan Tenaga (Kapetal) Kolonel Ali Setiandy meninjau masjid Inayatullah disudut utara Pantai Bajulmati.
Tak hanya itu, sebagai tindakan penting dalam upaya konservasi dan pelestarian satwa laut, perwira menengah Angkatan Laut (AL) ini juga meninjau Balai Konservasi Penyu sekaligus pelepasan tukik penyu ke arus Samudera.
Seusai melakukan pelepasan tiga ekor satwa migran ini, Komandan Lanal Malang Kolonel Laut Hartanto, M.Tr. Hanla bersama Ketua Jalasenastri Eny Hartanto, Kapetal Ali Setiandy didampingi isteri Yanti Ali beserta prajurit TNI Angkatan Laut juga melakukan penanaman pohon mangrove di lahan yang sudah tersedia.
Rangkaian acara berikutnya, Danlanal bersama rombongan bergeser menuju lokasi bakti kesehatan sekaligus menyerahkan sembako kepada sejumlah warga kurang mampu.
“Penanaman pohon mangrove ini sebagai wujud kepedulian TNI AL untuk membantu masyarakat agar bersama-sama peduli terhadap lingkungan”, ujar Kolonel Laut Hartarto, M.Tr. Hanla kepada awak media.
Selain itu, kata dia, penanaman pohon mangrove ini juga untuk mengembalikan ekosistem laut, agar ikan-ikan disitu nanti bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.
Lepas dari itu, Danlanal juga meminta kepada berbagai pihak termasuk peduli lingkungan agar bisa menjaga serta merawatnya dengan baik.
“Apabila terjadi kerusakan agar segera dilaporkan, kita akan sulam kembali,” tegasnya.
Karena menurutnya, membantu masyarakat bagi TNI, itu bukan sekedar tugas, tapi satu kewajiban.
“Semoga penanaman pohon mangrove ini bermanfaat bagi masyarakat. Walaupun ini kegiatan skala kecil, mudah-mudahan menjadi pemicu bagi pihak lain untuk saling cinta dan menjaga lingkungan,” kata Danlanal berharap.
Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Profesor Mangku Purnomo menjelaskan, bahwa untuk ketahanan pangan, itu merupakan program khusus dari TNI Angkatan Laut dengan memanfaatkan lahan-lahan tidur yang selama ini dianggap kurang bermanfaat.
“Sesuai program Presiden RI Bapak Prabowo Subianto, untuk lahan yang kurang bermanfaat itu akan dimanfaatkan. Ini demi suksesnya program Menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya (Mashuri/hm/dk).







