MALANG, UPDATE NEWS99 – Guna menggeliatkan kembali penuturan bahasa Jawa yang kini indentik punah, Siswardji, seorang kakek berusia 82 tahun masih selalu aktif mengajar bahasa jawa di SMA PGRI Gedangan Kabupaten Malang.
Alasan itulah mejadi semangat kakek 4 anak, 9 cucu dan 1 buyut ini, meski diusianya yang dibilang sudah rapuh, pahlawan tanpa tanda jasa ini terus berjuang dalam turut mencerdaskan putra-putri bangsa.
Karena menurutnya, seorang guru tidak kenal pensiun. Guru bisa mengajar seumur hidup dengan membagi ilmu kepada murid-muridnya.
“Saya diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai guru SD pada tahun 1966”, ucap Siswardji Rabu (23/7/2025) dengan suaranya yang masih tegas.
Tugas profesional ini ia emban semenjak SMA PGRI Gedangan berdiri tahun 1987 silam. Awalnya, dia mengajar bahasa Inggris dan matematika. Kemudian, di tahun 2015 beralih memberi pelajaran bahasa daerah (jawa) seperti aksara jawa, ungga-unggu bahasa jawa, kromo inggil, kromo biasa termasuk adat-istiadat suku jawa, tentang tradisi dan nilai-nilai luhur yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Tenaga didik senior ini bilang, kemampuan anak-anak belajar saat ini juga semakin berkurang. Itu karena kekerasan digital marak di era teknologi.
“Sekarang anak-anak lebih banyak belajar dengan menggunakan HP.Begitu juga ketika sedang ujian, mencari jawabannyapun juga lewat HP”, imbuhnya dengan suara parau.
Lebih jauh, putra daerah asli Gedangan ini menegaskan, jika tidak ada upaya nyata untuk melestarikannya, dikhawatirkan bahasa Jawa akan semakin terpinggirkan dan kehilangan penuturannya. Seperti halnya dalam berkomunikasi kromo alus dan kromo inggil, saat ini jarang diucapkan oleh anak-anak.
Sekilas tentang riwayat pekerjaan guru Siswardji. Pernah menjabat Kepala Sekolah di SDN Sindurejo. Kemudian pindah tugas sebagai Kepala Sekolah SDN 3 Gedangan. Jabatan struktural ini ia jalani selama 7 tahun. Jenjang berikutnya, Siswardji juga pernah menjabat sebagai seorang penilik Pendidikan luar sekolah Kecamatan Gedangan tahun 1993 hingga purna tugas tahun 2001.
Sementara itu, Kepala SMA PGRI Gedangan Drs. H. Masdrik menjelaskan, meski usia Pak Siswardji sudah sepuh, tetapi beliau masih eksis dalam menjalankan tugasnya sebagai guru bidang study bahasa jawa.
“Beliau sangat mumpuni didalam hal bahasa daerah. Sehingga lembaga kami sangat terbantu didalam proses belajar mengajar sesuai kurikulum merdeka ini. Apalagi untuk bidang studynya sebagai muatan lokal wajib Jawa Timur”, Abah Masdrik mengakhiri. (HM/DK)








