KOTA MALANG, UPDATE NEWS99, — Ketua RW 03, Nanang, didukung warga dan pihak Kelurahan Oro-oro Dowo melaksankan bersih desa di lingkungan RW 03 dengan melaksanakan gelaran Wayang Kulit.

Selaku Ketua RW 03, ia menyampaikan bahwa budaya tidak akan lentap oleh masa dan budaya asing yang masuk di negeri ini selama budaya kearifan lokal terus dilestarikan anak bangsa turun temurun. Jauh dari kata haram, bangsa Arab tidak punya seni dan budaya wayang kulit.
Bersih Desa digelar di wilayah RW 03 dengan memberikan tontonan budaya Wayang Kulit dengan Lakon “Semar Momong Katentreman”, oleh Ki Dalang Wahyu, yang digelar di halaman Sekolah Dasar Negeri (SDN) Oro-oro Dowo. Selasa (5/3/2024).
Biarpun terpaan hujan turun rintik-rintik, pagelaran wayang kulit tetap berjalan, dan antusiasme para undangan menikmati gamelan wayang dan ceritanya, termasuk sesepuh serta warga Oro-oro Dowo atau populer disebut “Rodowo” khususnya.
Melihat dan mendengar pitutur Ki Dalang Wahyu menyampaikan seluruh rangkaian cerita serta pesan luhur bahwa, wayang itu seni budaya asli bangsa Indonesia, bangsa yang tau menjunjung luhur budipekerti dan etika.
Dakwa agama dan moral disampaikan melalaui media wayang, gak pakai mecicil-mecicil, apalagi mengkafirkan yang lain. Dakwa kok mekso.
Awak media menikmati gelaran wayang kulit yang dimainkan oleh sang dalang dengan piawai dan diiringi gamelan bertalu-talu seirama lakon dan pitutur moralitas.
Hadir dalam pagelaran wayang kulit, Solikin, SE., Lurah Oro-oro Dowo beserta staff., Novi, Bhabinkamtibmas., Arif dan Andri, Babins, beberapa lembaga kelurahan (LK), termasuk Kusno, ketua Kelurahan Tangguh, Linmas dan beberapa Ketua RW Kelurahan Oro-oro Dowo.
“Dalam Pagelaran wayang kulit ini bertujuan untuk meningkatkan jalinan tali silahturahmi antar warga Rodowo khususnya warga RW 03 agar lebih baik kembali yang selama ini dipandang ada kekurangan,” tutur Nanang Ketua RW 03.
Selanjutknya, ia sampaikan bahwa dengan lakon “Semar Momong Katentreman” adalah wujud pesan moral agar bisa tertanam di hati untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan warga RW 03 khususnya dan warga Oro-oro Dowo pada umumnya.
“Bersih desa dengan gelaran Wayang Kulit ini pertama adalah untuk melestarikan budaya bangsa dan kedua adalah untuk meningkatkan persaudaraan antar warga, disamping mempererat hubungan silaturahmi antar umat beragama,” tutup Solikin Lurah Oro-oro Dowo. (awik/ria/dicky)







