1 / -

Yayasan Prof. Muhamad Bisri Bekerja Sama Dengan BI Megelar Pelatihan (JULEHA)

Yayasan Prof. Muhamad Bisri Bekerja Sama Dengan BI Megelar Pelatihan (JULEHA)

MALANG, UPDATE NEWS99 – Perwakilan Bank Indonesia (BI) bekerja sama dengan Yayasan Prof. H. Muhamad Bisri – SPMHI Megelar Pelatihan Vokasi dan Assesment di Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh, Rabu (17/07/2024)di aula Pondok Pensantren.

Yang nantinya, Acara tersebut digelar dalam dua sesi yakni pelatihan pra vokasi pada 17 dan 18 Juli, dan Uji Kompetensi BNSP pada 26,27 dan 28 Juli. Di karenakan jumlah Juru Sembelih Halal (JULEHA) di Malang Raya masih belum sebanding dengan kebutuhan yang ada.

Dalam kesempatan itu, di hadiri Pemerintah Kota Malang dan Pememerintah Kabupaten Malang serta Pemerintahan Kota Batu yang juga ikut berpartisipasi.

Oleh karena itu, Dalam sambutannya Kepala Perwakilan BI Malang Dedi Prasetyo menyebutkan, pelatihan dan sertifikasi Juleha tersebut diharapkan dapat memberikan pembelajaran kepada peserta untuk menuju sertifikasi halal di Malang Raya.

“Untuk itu, dalam tahap penyeleksian ini peserta pelatihan notabenya, yang sudah memiliki usaha berupa peternakan, ataupun pedagang unggas maupun kambing dan sapi. Yang nantinya dapat langsung dipraktekkan,”tuturnya

Saat ini pemerintah tengah menggencarkan sertifikasi halal untuk Rumah Potong Unggas (RPU) maupun Rumah Potong Hewan (RPH). Juleha menjadi salah satu syarat utama untuk mendapatkan sertifikasi tersebut.

“Dari situ nanti yang membeli produk daging, misal pedagang bakso, apabila ingin mengurus sertifikasi halal juga mudah. Karena jelas sumber bahan masakannya sudah bersertifikasi halal,” terangnya

Tak hanya pelatihan tersebut, BI Malang juga gencar memberikan fasilitasi sertifikasi halal bagi RPH maupun UMKM di 7 kabupaten dan kota wilayah kerjanya. Kedepannya pihaknya juga akan bekerjasama dengan Pemerintah Daerah untuk menggelar kegiatan yang sama.

Sementara itu Pengasuh Ponpes Bahrul Maghfiroh Prof Dr Ir H Mohammad Bisri MS menyebutkan kendala yang dialami oleh para juru Sembelih untuk mendapatkan sertifikasi adalah biayanya yang cukup mahal sekitar Rp 5 juta per orang.

“Sehingga saya berusaha menggandeng BI Malang untuk memberi solusi untuk keresahan tersebut. Selain itu pria yang juga merupakan Penasihat Juleha Malang tersebut mengatakan banyak juru sembelih yang tidak tahu bagaimana mendapatkan sertifikasi. Makanya saat kita buka pendaftaran langsung banyak yang daftar,” imbuhnya

Ia berharap 30 peserta yang berasal dari Malang Raya tersebut dapat mengikuti pelatihan dengan baik. Sehingga dapat langsung menerapkan ilmunya pada usaha masing-masing.

Dalam kesempatan yang sama, salah satu peserta bernama Hari Kuswanto, perwakilan dari Kota Batu pedagang ayam, sangat terimasih atas ada acara ini.

“Menurutnya, dengan adanya acara ini sangat bermanfaat bagi pedagang seperti saya, karena produk ke halalalan itu penting bagi umat islam seluruh indonesia,” pungkasnya (har).