KOTA BATU | UPDATE NEWS99 || – Warga resah, keresahan diungkapkan aksi warga dengan mengritik adanya 2 benner pemindahan makam almarhum mantan Walikota Batu Eddy Rumpoko di sisi pagar TMP Suropati agar Satpol PP Kota Batu segera mencopot. Gak berijin. Illegal! Senin, (7/7/2024)
Ada hal yang menarik dari pernyataan warga Junrejo, Asaf pendamping Trisunu (49) ketika ia sampaikan pada awak media bahwa prinsipnya mendukung rencana Dewanti Rumpoko untuk memindahkan makam suaminya, mantan Walikota Batu, Edy Rumpoko, tetapi tidak serta merta tanpa mengabaikan adap tatacara memindahkan makam.
Ia sampaikan, dalam Allah berfirman :
(وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ) ، ومن كرامته أن لا يُنبش قبره ولا تُنتهك حرمته.
“Dan sungguh telah kami muliakan Bani Adam” (Q.S. al Isra: 70) dan diantara bentuk penghormatan Allah kepada manusia dengan tidak menggali kuburannya dan merusak kehormatannya.
Begitu juga Nabi bersabda :
كَسْرُ عَظْمِ الْمَيِّتِ كَكَسْرِهِ حَيًّارواه أبو داود،
“Memecahkan tulang mayit seperti memecah tulang orang hidup.” (HR Abu Dawud)
Disampikan Firman Allah dan Sabda Nabi di hadapan awak media, ia bukan berarti menolak memindahkan makam, tetapi ada syariat yang memperbolehkan dengan ketentuan-ketentuan yang telah diatur, termasuk demi kehormatan bagi mayit, keluarga dan semua pihak.
‘Sabarlah Pren! Sudah menjadi kesepakatan, memindahkan makam itu ada aturannya. Ada adap yang mengatur. Insyaallah segera dipindahkan. Sabarlah Pren!”, tutur Asaf.
Selanjutnya, ditanya awak media, Trisunu menyampaikan tempat pemindahan makam sudah disiapkan oleh keluarga di Desa Pesanggrahan Kecamatan Batu, Kota Batu.
Trisunu menyampaikan bahwa ia tidak mewakili keluarga Edy Rumpoko, tetapi menyampaikan keresahannya dan yang mungkin sama dengan masyarakat lainnya ketika melihat komen-komen di tiktok, yang membuatnya resah, ‘Oalah sak aken, dst dst…’
“Persoalan memindahkan makam ini sudah clear! Sudah ada kesepakatan antara pihak keluarga dengan semua pihak. Clear ya! Tetap ada rencana pemindahan makam itu,” tegas Trisunu.
“Yang membuat kami resah, teman-teman LSM ini seolah-olah membuat faksi-faksi kebencian saja. Ini yang membuat kami resah. Padahal persoalan ini sudah clear! Dulu beliau masih hidup baik-baik saja. Bahkan dekat. Kenapa sekarang kok seperti ini? Sepertinya kok sebegitu bencinya,” tuturnya.
“Se kurus-kurusnya ikan, masih ada daginya. Dan se gemuk-gemuknya ikan, masih ada tulangnya. Begitu pun manusia, kita buang yang buruk, kita ambil yang baik. Jangan seolah-olah Pak Edy Rumpoko itu begitu besar kesalahannya. Seolah-olah gak ada benernya. Jangan lah begitu,” lanjutnya.
“Jelas ya? Sekali lagi, ini bukan gerakan perlawanan. Ini kami lakukan adalah gerakan moral dan kemanusiaan. Demi kehormatan kita semua,” tutupnya.
Selanjutnya, keresahan warga yang ia sampaikan termasuk dengan adanya 2 spanduk di dua sini pagar TMP Suropati Kota Batu akan dilaporkan kepada Satpol PP Kota Batu sebagai pihak berwenang.
Dari pihak Satpol PP Kota Batu yang dihubungi langsung oleh Trisunu yang terdengar oleh awak media, menyatakan bahwa bila sepanduk tersebut tidak ada ijinnya segera akan dicabut. Begitulah yang terdengar! (kw)







