MALANG, UPDATE NEWS99 – Sebagai wujud rasa syukur dan penghormatan kepada Tuhan serta leluhur atas berkah dan rezeki yang telah diterima, ratusan warga Desa Tanggung Kecamatan Turen Kabupaten Malang melakukan kirab tumpeng dengan start dari Masjid Darussalam menuju Punden Kyai Romo Brojo Danu dan Nyai Ratu Dewi Sri. Kedua leluhur yang diabadikan dalam punden tersebut diyakini sebagai bedah karawang Desa Tanggung puluhan tahun silam.
Kepala Desa Tanggung H. Duriadi menerangkan, rangkaian acara bersih desa yang dilaksanakan rutin setiap tahun itu yaitu khotmil Qur’an. Pembacaan lafat-lafat Al-Qur’an di mulai sejak tanggal 28-Juni 2025, berlanjut tanggal 5-Juli 2025.Kemudian tanggal 8-Juli 2025, sekaligus kirab Tumpeng kepunden Kyai Romo Brojo Danu dan Nyai Ratu Dewi Sri.
Selanjutnya, lanjut orang nomor satu di desa berpenduduk 7400 jiwa ini, acara bersih desa Tanggung juga dimeriahkan dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan ki Dalang Martak Sudarsono Sabtu (12/7/2025) besok.
“Untuk ceritera yang akan ditampilkan yaitu Wahyu Wuji Kamulan”, ucapnya.
Merupakan acara puncak yaitu santunan Yatim piatu dan kaum du’afa di RT 4 RW 1.
” Setelah acara bersih desa ini, semoga warga Desa Tanggung hidupnya semakin aman, tentram dan makmur”, Abah Duriadi berharap.
Sekilas tentang Desa Tanggung. Nama Tanggung diambil dari kata “TAMNGGUNG“ yang berarti “ PANGLIMA “ yang menyiratkan makna Pemimpin atau penanggung jawab . Konon ceritanya, Sebelum terbentuk Desa Tanggung Kecamatan Turen, pada masa Kerajaan Mataram kuno di bawah pimpinan mpu Sindok, beliau memerintahkan kepada salah satu pengikutnya yang bernama ndang Mpu Satya untuk membangun sebuah tempat Ibadah di wilayah Turen.
Pada masa Kerajaan Singhasari, wilayah tersebut menjadi tempat berkumpulnya para Punggawa/tumenggung kerajaaan ketika sedang ada kegiatan di wilayah selatan. Para Punggawa/tumenggung kerajaan beristirahat dan melaksanakan ritual keagamaan sebelum melanjutkan kegiatannya untuk melakukan Patroli wilayah dan mampir ke wilayah Taloka (sekarang di sebut Desa Talok) untuk bersenang senang. (HM/DK)








