MALANG, UPDATE NEWS99 -Pemanfaatan dana Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD untuk pelatihan olahan pangan lokal semakin marak dilakukan di berbagai daerah. Langkah ini salah satu strategi nyata anggota dewan dalam menyerap aspirasi masyarakat, khususnya untuk peningkatan ekonomi dan diversifikasi pangan.
Selain itu, juga untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, menggerakkan ekonomi UMKM rumahan, serta mendukung ketahanan pangan berbasis potensi daerah.
Seperti pelatihan olahan pangan lokal sekaligus sosialisasi kebun B2SA pola Konsumsi kebun B2SA yang digelar H. Sugianto S.Pd anggota komisi 1 DPRD Kabupaten Malang, Senin (2/2/2026).
Atas kerjasamanya dengan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Malang, pelatihan yang berlangsung di balai Desa Ringinsari Kecamatan Sumbermanjing Wetan tersebut diikuti oleh sekitar 35 orang kaum ibu. Jumlah itu terdiri dari unsur unsur PKK, Muslimat dan Fatayat.
Hadir langsung dalam acara, selain Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang Hj. Mahila Surya Dewi S. Sos, juga Tri Winarti pendamping UMKM pangan Bank Mandiri Sejahtera sekaligus nara sumber.
Dalam sambutannya, H. Sugianto menjelaskan, tujuan digelarnya pelatihan olahan makanan lokal ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan inovasi masyarakat dalam mengolah bahan pangan (lokal) menjadi produk bernilai jual tinggi, aman, dan bergizi.

“Untuk pemanfaatan dana itu sudah tertuang dalam Juknis dan aturan untuk dapat dipergunakan sesuai peruntukan”, jelasnya.
Diakhir sambutannya, Abah Sugianto mengatakan, memiliki anggota dewan yang merupakan putra daerah menjadi keuntungan strategis bagi masyarakat setempat. Karena, kata politisi PDI-P putra asli Desa Ringinsari ini, ia memiliki ikatan emosional, pemahaman mendalam, dan komitmen lebih tinggi terhadap desanya sendiri.
Sementara itu, Kepala DKP Kabupaten Malang Hj. Mahila Surya Dewi S. Sos. M. Si menerangkan, acara seperti ini berlangsung sejak dua tahun lalu. Seperti tahun 2025 lalu, DKP Kabupaten Malang sudah menggelar di 42 titik baik tingkat desa maupun kelurahan.
“Program di tahun 2026 ini ada 19 titik. Baru hari ini kita mulai”, terangnya.
Disinggung terkait tujuan utama pelatihan olahan pangan lokal, jelas mantan Camat Sumbermanjing Wetan ini, agar warga Kabupaten Malang itu bisa lebih sejahtera. Kemudian juga mengurangi tingkat stunting. Selain itu juga untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. (H.Sur/DK)







