MALANGUPDATENEWS99.COM, KOTA MALANG, – DPC PDI Perjuangan Kota Malang menggelar konsolidasi pemenangan pilkada Kota Malang dan Provinsi Jawa Timur, yang dihadiri Ahmad Basarah, Ketua DPP partai juga Ketua Fraksi PDPI MPR RI.
Ahmad Basarah mengingatkan kembali arti Jasmerah yang sesungguhnya dalam implementasinya kehidupan berpolitik saat ini yang terus terulang setiap Pemilu, bagaimana PDIP selalu digencet, baik pileg, pilpres maupun pilkada. Kamis, (14/11/2024)
Selanjutnya, Ia membakar semangat juang kader PDI Perjuangan untuk pemenangan pasangan Heri Cahyono (Sam HC)-Ganis Rumpoko dan Risma-Gus Hans pada Pilkada 2024, dalam kondisi politik saat ini yang tidak baik-baik saja bagi PDIP.
Ia sampaikan, atas campur tangan Tuhan, ketika PDIP ditinggalkan semua partai agar tidak bisa berkompetisi di Pilkada, pertolongan tuhan datang datang lagi lewat keputusan MK UU 60, yang berdapak positif bagi PDIP yang bisa berkompetisi walaupun harus sendirian dan tapi faktanya ada beberapa Kota/kabupaten yang tidak sendirian.
Sebagai upaya memenangkan pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur dan Wali Kota-Wakil Wali Kota di Pilkada 2024, DPC PDIP Kota Malang bertekat memenangkan Cakada dari semua Kadernya.
Bertempat di kantor PDIP Kota Malang, Jl. Panji Suroso 5C acara dihadiri oleh 250 peserta dari seluruh jajaran partai hingga tingkat KSB Ranting.
Di tempat terpisah, di kantor DPC partai, Ketua DPC PDIP Kota Malang, I Made Riandiana Kartika, dalam konsolidasi partai, menegaskan pentingnya menjaga sinergitas seluruh kader partai.
Mengingat Pemilukada dalam 12 hari terakhir masa kampanye ini adalah untuk memenangkan pasangan calon Risma-Gus Hans dan Sam HC-Ganis.
Tetapi, ada kekecewaan dengan adanya pengerahan ASN untuk membela salah satu paslon tertentu dan indikasi ketidaknetralan aparat TNI/POLRI, ia mengingatkan pentingnya netralitas TNI-Polri dan aparatur negara dalam mengawal jalannya Pilkada.
“Kami masih sangat berfikir positif dan percaya bahwa TNI/Polri, serta kejaksaan akan tetap profesional dalam menjalankan tugasnya mengawal Pilkada ini. Dan, netralitas mereka sangat penting demi menjaga demokrasi yang sehat. Saya harap semua pihak dapat mengikuti the role of game yang telah ditetapkan undang-undang dan tidak melakukan intervensi apapun,” ungkap Made.
Lebih lanjut, I Made menambahkan bahwa PDIP Kota Malang telah mempersiapkan ribuan saksi untuk mengawal Pemilukada pada 27 November 2024.
“Kami sudah merekrut 2.376 saksi yang siap untuk pelatihan minggu depan. Mereka akan ditugaskan mengawasi proses Pilgub dan Pilwalkot di TPS,” tegasnya.
“Kami berharap masyarakat datang ke TPS dan memilih calon yang didukung oleh PDIP. Pilkada adalah agenda resmi negara dan seharusnya berjalan sesuai dengan the role of game!” pungkas Made.(toyik/kw)







