MALANG, UPDATE NEWS99 – Krisis air bersih belakangan ini dikeluhkan oleh dewan guru SDN 1 Gajahrejo Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang. Saking minimnya air bersih ditempat ini, siswa-siswi ketika hendak berwudhu (menyucikan diri sebelum shalat.. Red) harus numpang dirumah tetangga. Dan mirisnya, rumah tetangga itu berada diseberang jalan. Untuk menuju kesana, mereka harus menyeberang jalan raya. Pemandangan tak sedap itu mengancam keselamatan para anak didik kita.
Kepala SDN 1 Gajahrejo Samsul Hidayat S.Pd.SD menerangkan, masalah kekurangan air disini (SDN 1 Gajahrejo) memang sangat urgen dan berdampak langsung kepada siswa “Kalau hendak shalat dzuhur berjama’ah anak-anak harus numpang Wudhu dirumah tetangga.Meski selalu diperbolehkan, tetapi kelama-laman kami tidak enak sama tetangga”,terang Samsul Selasa (22/7/2025).
Luas lahan 1082 meter persegi. Atas hibah dari Mbah Noto Asworo salah Satu tokoh masyarakat Desa Gajahrejo yang peduli dengan pendidikan.Kawasan itu termasuk gedung TK yang terletak disebelah utara. Gandeng dengan SMP PGRI. Kekompakan wali murid sangat luar biasa. Apabila ada kegiatan apapun di lembaga ini, semua wali murid sangat mendukung. Kerja sama mereka sangat baik. Kegiatan aktivitas pendidikan yaitu akademik yang ia laksanakan seperti biasa. Kemudian juga ekstra. “Disini juga ada terbang jidor Al-Banjari. Ada juga pagar nusa, pramuka dan sepak bola. ” Untuk cabang olahraga bola volly mewakili kecamatan Gedangan untuk berlaga di tingkat Kabupaten Malang.
Karena, lanjut Samsul,meski jarak tempat Wudhu itu tidak jauh dari sekolah,tetapi untuk menuju kesitu, anak-anak nyeberang jalan yang kondisi agak bahaya dengan lalulintas kendaraan.
Selain itu,lembaga yang dihuni oleh sebanyak 101 siswa ini meski memiliki kamar mandi, kondisinyapun sudah tidak layak dipergunakan. “Selain kamar mandi kurang layak dipergunakan, airnyapun juga sulit. Karena itu yang paling urgen”, ucap Samsul dengan suara parau.
Dengan kondisi itu, pihak lembaga sudah berupaya. Seperti mengajukan pembangunan sumur bor. Tetapi sampai sekarang tidak ada kabar beritanya. “Kalau memang betul-betul menjanjikan, kami akan kembali mengajukan”, imbuhnya.
Meski begitu, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SDN 1 Gajahrejo tidak terkendala. Para dewan guru selalu sukses dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran.
Apalagi didukung dengan Sarana Prasarana yang ada saat ini.Seperti kondisi semua ruang belajar, terpantau sangat memadai dan lumayan mewah bagi lembaga pedesaan.
Lebih jauh, Samsul menjelaskan, untuk lahan Bangunan SDN 1 Gajahrejo 1082 meter persegi. Lahan seluas itu atas hibah dari Mbah Noto Asworo salah satu tokoh masyarakat Desa Gajahrejo yang peduli dengan pendidikan.Kawasan itu termasuk gedung TK yang terletak bersebelahan. Dan dibagian selatan juga berdiri gedung SMP PGRI. Meski itu di luar kawasan, tetapi suasananya tampak indah. Apalagi didukung dengan lapangan. Selain sebagai tempat berolahraga juga sebagai area untuk kegiatan sekolah lainnya (HM/DK).







