MALANG, UPDATE, NEWS99 – Ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi seluruh masyarakat, baik jumlah maupun mutunya. Ketahanan pangan juga mencakup kemampuan masyarakat untuk mengakses pangan.
Untuk mensukseskan program Presiden Prabowo Subianto dalam pemberantasan kemiskinan dan mendorong ketahanan pangan ini, Pemerintah Desa (Pemdes) Tawang Rejeni Kecamatan Turen Kabupaten Malang akan mengutamakan akar permasalahan yang kerap terjadi di desa setempat. Seperti halnya kurangnya debit air di lahan ketahanan pangan.
Agar debit air disitu bisa terpenuhi, Pemdes Tawang Rejeni akan membangun tiga titik sumur bor. “Saat ini sudah ada 4 titik sumur bor. Dengan ditambahnya tiga titik nanti, selain memaksimalkan debit air,agar para petani bisa memanen hasil bumi mereka selama tiga kali dalam setahun”, terang Kepala Desa Tawang Rejeni Didik Wahyudi, Selasa (8/4/2025).
Didik (panggilan akrabnya) bilang, dengan masa panen tiga kali dalam satu tahun, otomatis kesejahteraan perekonomian para petani nantinya bisa terangkat. Sehingga, lanjut Didik, apa yang betul-betul menjadi akar permasalahan selama ini bisa terselesaikan secara tuntas. “Selama ini petani di Tawang Rejeni masih dua kali panen dalam satu tahun. Kadang-kadang mau tiga kali, tetapi terkendala gagal panen. Itu terjadi akibat kurangnya debit mata air”, jelas Didik Sebagai orang nomor satu di desa berpenduduk 10.000 jiwa ini, pihaknya akan bekerjasama dengan pihak terkait, untuk terus menambah sumur bor hingga sumber mata air disitu menjadi maksimal.
“Kalau bisa jangan hanya untuk mengairi areal pertanian saja, tetapi sekaligus bisa untuk mandi”, ucap Didik optimis.
Didik punya target, di tahun 2026 mendatang, pengadaan irigasi di Tawang Rejeni ini harus terpenuhi dengan baik, Kades yang masa jabatannya hingga di tahun 2031 mendatang ini menyebut, untuk luas areal pertanian secara di global di Desa Tawang Rejeni sekitar 150 hingga 200 hektar. Selain tanaman padi, ada juga tanaman jagung dan tebu,itu sebagian kecil saja.
“Program tanaman pangan itu sebagaimana itruksi langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto. Bahwa ketahanan pangan harus disukseskan dengan penyertaan kepada BUMDesa dan untuk meningkatkan PADes”, imbuhnya.
Lebih jauh, Didik menjelaskan, untuk satu kali panen seperti jagung petani Tawang Rejeni bisa mencapai sekitar 700 hingga 900 ton. Jumlah itu tak jauh beda dengan panen padi. Kedepan Didik berharap, Maksimalnya pendapatan perkapita petani, yang jelas kesejahteraan masyarakat petani meningkat.”Misalkan masih kurang, kami akan tambah lagi sumur bor sampai kebutuhan air terpenuhi dan layak, sehingga tidak ada lagi permasalahan air.Selanjutnya pola gilir pengairan di Desa TawangRejeni betul-betul rapi dan teratur”, Didik mengakhiri. (HM/DK)







