MALANG, UPDATE NEWS99 – Suasana haru dan bangga menyelimuti Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Falah, Dusun Sidomukti, Desa Ringinsari, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Sabtu (26/4/2026), pesantren tersebut menggelar prosesi Wisuda Al-Qur’an dan Tahfidz yang sukses membuat para orang tua dan saksi mata meneteskan air mata bahagia.
Acara dimulai dengan prosesi khidmat saat para wisudawan berjalan beriringan didampingi ustadz, ustadzah, serta orang tua mereka menuju panggung utama.
Momentum ini menjadi simbol perayaan atas dedikasi dan kerja keras para santri dalam menjaga kalam Ilahi.
Pengasuh Ponpes Al-Falah, Ustadz Abdul Karim, S.Pd.I., menyampaikan bahwa wisuda ini merupakan implementasi nyata dari program Rumah Tahfidz Qur’an (RTQ) Al-Falah.
Program ini dirancang untuk melahirkan generasi hafidz muda yang cendekiawan sekaligus meningkatkan ketakwaan santri.
“Wisuda metode Yanbu’a ini kami laksanakan setiap dua tahun sekali. Hari ini merupakan Angkatan ke-16 dengan tema ‘Mencetak Anak-Anak Qur’ani’,” ujar Ustadz Abdul Karim saat ditemui sebelum acara dimulai.
Beliau merinci, terdapat total 27 santri yang diwisuda hari ini.
Rinciannya terdiri dari 17 santri peserta wisuda Yanbu’a serta 9 santri tahfidz yang menghafal Juz Amma, surat Yasin, Al-Mulk, dan Al-Waqi’ah. Salah satu peserta tertua adalah Wafi Akmal Ayaysyi, santri yang kini duduk di kelas 8 Madrasah Tsanawiyah (MTs).
Dalam memberikan materi hafalan, Ustadz Abdul Karim menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan zaman. Ia mengutip pesan bijak dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib: “Didiklah anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup bukan di zamanmu.”
“Pesan ini menjadi landasan kami untuk menyesuaikan pola asuh dan metode pengajaran dengan teknologi serta tantangan zaman yang dihadapi anak saat ini,” tegas pengasuh pesantren yang kini membina sekitar 250 santri tersebut dengan penuh semangat.
Jurnalis: H. Mansyur
Editor: Diky Prasetyo







