MALANG, UPDATE NEWS99 – Setelah dikukuhkan sebagai Kampung zakat terpadu, Desa Jambangan Kecamatan Dampit Kabupaten Malang mendapat bantuan berupa alat pengelolaan sampah dan UMKM dari Universitas Wisnu Wardhana (Unidha) Malang. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Rektor Unidha kepada Kepala Desa Jambangan Eko Budi Cahyono.ST, Selasa (9/9/2025).
Penyuluh agama dari Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Malang Abdul Malik menjelaskan, tujuan pemberian bantuan berupa alat pengelolaan sampah dan UMKM ini, pertama, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Jambangan.
Kemudian juga untuk merubah pola mindset yang dulunya masyarakat Desa Jambangan hanya sebagai penerima zakat (mustahid) agar berubah status muzaki (penyalur) zakat.
Dikatakannya, Kampung Zakat Desa Jambangan merupakan lokasi pertama peluncuran program Kampung Zakat Terpadu yang diinisiasi oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Malang pada April 2024 lalu.
Dikatakannya, di Kabupaten Malang ada tiga kampung zakat, adalah program pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis wilayah yang bertujuan mengentaskan kemiskinan, meningkatkan taraf hidup, dan membangun kemandirian umat melalui optimalisasi dana zakat.
Program ini berfokus menyalurkan zakat untuk kegiatan produktif di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan spiritual. Kemenag berkolaborasi dengan Universitas Wisnuwardhana Malang, Baznaz FOZ Malang Raya, pemerintah daerah, dan tokoh agama untuk melaksanakan program ini.

Kata orang nomor satu di desa berpenduduk 12.000 jiwa ini, penyerahan alat pengelolaan sampah dah UMKM ini dipergunakan oleh masyarakat.”Alat ini juga bisa disewakan atau dipergunakan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat”, terang Eko.
Dengan diterimanya bantuan ini,secara tidak langsung pihak Kemenag Kabupaten Malang dengan kampus Unidha telah turut mensejahterakan Desa Jambangan yang sasarannya kelompok tani, UMKM dan pengelolaan sampah.
Kedepan, Kades Eko berharap, dengan bantuan peralatan ini,udah-mudahan bisa memaksimalkan pengelolaan ketiga elemen ini.”Untuk sementara ini, pengelolaan sampah di Desa Jambangan masih belum bisa maksimal, itu karena keterbatasan peralatan. Dari hasil pilah sampah plastik itu dijual secara glondong”, pungkasnya. (HM/DK)







