MALANG, UPDATE NEWS99 – SDN 6 Sumberejo Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang, salah satu sekolah dengan jumlah siswa paling minim.
Meski demikian, proses belajar mengajar disitu tetap berlangsung seperti halnya lembaga lain. Itu demi tanggung jawab tenaga pendidikan dalam mencerdaskan anak bangsa. Jumlah seluruh murid kelas 1 sampai kelas 6 saat ini hanya 30 anak.
Pantauan langsung, Endriah S.Pd,Kepala Sekolah setempat mendampingi Mufidah Spd, seorang guru kelas 4 dan 5 sedang memberi bimbingan kepada 3 murid kelas 5.
Sikap ini menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap tujuan sekolah dalam meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri.
“Karena disini penduduknya jarang dan secara geografis berdekatan dengan lembaga lain. Untuk jumlah murid kelas 1 ada 4 anak. Kemudian 5 anak untuk murid kelas 2. Ditambah 8 anak untuk murid kelas 3, dan 5 anak untuk murid kelas 4.Yang paling minim, yaitu murid kelas 5 hanya 3 anak. Ada lagi 5 anak untuk murid kelas 6”, sebut Endriah Sabtu (31/1/2026).
SDN 6 Sumberejo yang terletak hanya 0,dari sungai Barek tepatnya di Dusun Mulyosari Desa Sumberejo ini salah satu sekolah yang tetap berjuang memberikan pendidikan meski dengan fasilitas terbatas. Fakta yang terjadi, semuanya serba minim.
Jelas Endriah di SDN 6 Sumberejo saat ini hanya memiliki tiga ruang kelas. Untuk mengakomodasi seluruh siswa, ia harus membagi ruang kelas atau disekat. Seperti halnya ruang belajar murid kelas 1, itu dibuat berdampingan dengan ruang murid kelas 2.
Kemudian, lanjut Endriah,untuk murid 3 harus belajar berdampingan dengan murid kelas 6. Selanjutnya, untuk murid kelas 4 harus belajar bersebelahan dengan murid kelas 5.
Endriah tidak menampik,meski dilembaga ini baru selesai pembangunan gedung Perpustakaan, selain untuk meningkatkan minat baca (literasi) anak, ruang Perpustakaan itupun, sementara Ia manfaatkan untuk ruang kelas.
Dengan minimnya sarana dan prasarana (Sarpras) yang terjadi selama bertahun-tahun di SDN 6 Sumberejo ini, Endriah berharap, adanya tambahan Ruang Kelas Baru (RKB).
“Agar tidak selamanya semua ruang kelas ini disekat dan anak-anak bisa belajar lebih efisien, kami minta agar di SDN 6 Sumberejo ini ditambah RKB. Selain itu, juga untuk mengundang minat warga agar mau menyekolahkan putra-putrinya disini”, ujar Endriah penuh harap.
Sementara itu, Mufidah S.Pd, seorang guru kelas 4 dan 5 mengaku, kurang nyaman saat mengajar mengajar di ruang kelas dalam kondisi disekat. Salah sebab kata Mufidah, suara dari kelas sebelah terdengar jelas. Hal ini mengganggu konsentrasi guru dan siswa, sehingga proses belajar mengajar tidak maksimal.
Selain kurangnya ruang kelas, di SDN 6 Sumberejo juga masih kurang guru kelas. Meski harus membagi perhatian, Mufidah harus mengajar murid kelas 4 dan 5, secara berdampingan. “Kalau di sebelahnya kami
terangkan, disebelahnya lagi kami beri tugas lain. Sebenarnya sih kurang nyaman, tetapi harus bagaimana memang faktanya seperti ini. Kami berharap ada tambahan guru”, Mufidah mengakhiri. (H.Sur/DK)







