Menengok Kerukunan Umat Beragama di SDN 3 Sitiarjo-Sumawe Ketika Ramadhan

Menengok Kerukunan Umat Beragama di SDN 3 Sitiarjo-Sumawe Ketika Ramadhan

Laporan:H. Mansyur Usman.

MALANG, UPDATE NEWS99 – Keunikan di SDN 3 Sitiarjo Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe) Kabupaten Malang dalam melaksanakan giat keagamaan di bulan Suci Ramadhan saat ini.

Hanya berbeda sudut tempat, dalam waktu yang bersamaan, siswa pemeluk agama Islam akan menggelar Pondok Ramadhan, Jum’at, 27-Febuari 2026.

Sementara itu, bagi siswa Nasrani juga melaksanakan giat Pondok Kasih di ruang yang berbeda. Acara ini juga akan dilanjutkan dengan bagi-bagi Takjil dan Buka Bersama (Bukber).

Menengok Kerukunan Umat Beragama di SDN 3 Sitiarjo-Sumawe Ketika RamadhanMewakili Plt. Kepala SDN 3 Sitiarjo Yonathan Hariadi Manuputty S. Pd, Iin Khameliyati seorang guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) menuturkan siswa pemeluk agama Kristen cenderung lebih banyak, dibanding muslim.

“Dari 149 peserta didik di SDN 3 Sitiarjo, hanya ada 40 anak pemeluk agama Islam. Sedangkan yang 109 adalah pemeluk Nasrani”, jelas Iin Kamis (27/2/2026).

Dikatakan Iin, sebagai pemberi materi dalam acara Pondok Kasih nanti,yaitu guru pendidikan agama Kristen, didampingi masing-masing wali kelas, serta dibantu oleh para wali murid.

“Sebagai pemberi materi dalam giat Pondok Ramadhan yaitu Bu Musrifah, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan akan diikuti oleh peserta didik pemeluk agama Islam”, lanjut tenaga pendidik profesional asal Kediri ini dengan suara khasnya.

Lebih dari itu, Iin menjelaskan,SDN 3 Sitiarjo Sabtu, 28-Frebuari 2026 besok juga akan melakukan pembagian takjil kepada warga yang berlalu lalang di jalan raya. Aksi ini sebagai bentuk penanaman karakter bagi peserta didik untuk peduli, empati, toleransi, serta mempererat silaturahmi.

Sebagai puncak acara dalam giat di bulan suci Ramadhan nanti yaitu, buka bersama yang diikuti oleh siswa muslim, guru muslim dan Kristen.
“Tujuannya untuk mempererat hubungan sosial, menanamkan nilai toleransi, dan membangun persaudaraan. Kegiatan ini merupakan wujud nyata moderasi beragama dan kebhinekaan yang dilakukan melalui interaksi sosial yang hangat”, Iin Khameliyati mengakhiri. (Dk)

Tinggalkan Balasan