BATU, UPDATE NEWS99 – Perkembangan teknologi informasi yang pesat menuntut dunia pendidikan untuk beradaptasi. Media pembelajaran interaktif menjadi sarana strategis agar sekolah mampu mengikuti perkembangan zaman dan menyiapkan peserta didik menghadapi tuntutan global.
Oleh karena itu, media pembelajaran interaktif memungkinkan penyajian materi secara visual, audio, dan audiovisual sehingga konsep pembelajaran menjadi lebih jelas, kontekstual, dan mudah dipahami.
Guru Kelas Tutuk Suroso S.p.d Menjelaskan, Hal ini berdampak pada peningkatan kualitas proses dan hasil belajar.Penggunaan media interaktif mendukung pendekatan student-centered learning dengan memberi kesempatan kepada peserta didik untuk aktif, bereksplorasi, dan berpartisipasi langsung dalam proses pembelajaran.
“Guru belum terbiasa menggunakan atau mengembangkan media pembelajaran interaktif,
Masih rendahnya tingkat pemahaman siswa dalam menerima pembelajaran IPAS terkait materi Norma Kehidupan Masyarakat dengan hasil rata – rata evaluasi belajar siswa,” tuturnya
Sebab itu, sebesar 56,7 dari 13 anak di kelas 4 atau masih dibawah ketuntasan Minimal sedangkan untuk materi energi di sekitar di kelas 3 rata – rata evaluasi belajar 60, 8 dari 15 siswa juga masih di bawah KKM.
Terdapat kesenjangan penggunaan teknologi diantara siswa karena perbedaan kondisi latar belakang keluarga.
“Kesenjangan literasi digital antar siswa, dibuktikan dengan nilai raport pendidikan indikator literasi dalam menginterprestasi informasi masih di angka 9,09%.
Masih rendahnya motivasi dan minat belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran, belum maksimalnya lingkungan belajar yang inovatif dan menyenangkan di lingkungan sekolah,”ungkapnya.
Lanjut itu, sebelum pelaksanaan kegiatan penggunaan media pembelajaran interaktif Befosis dan ensik di SDN Tulungrejo 05 adalah gaya belajar peserta didik di SDN Tulungrejo 05 masih bersifat konvensional dengan pembelajaran menggunakan paperlist.
“Rendahnya semangat dan motivasi pembelajaran peserta didik dalam belajar mata pelajaran IPAS materi Norma kehidupan masyarakat dan energi di sekitar kita yang sangat kurang
Kesenjangan literasi digital antar siswa,dibuktikan dengan nilai raport pendidikan indikator literasi dalam menginterprestasi informasi masih di angka 9,09%,” katanya Tutuk
Hasil rata – rata evaluasi belajar untuk mata pelajaran IPAS bab Norma Kehidupan Masyarakat yaitu 56,7 dari 13 siswa di kelas 4 yang masih dibawah ketuntasan Minimal sedangkan untuk materi energi di sekitar di kelas 3 rata – rata evaluasi belajar 60, 8 dari 15 siswa juga masih di bawah KKM Gaya belajar peserta didik di SDN Tulungrejo 05 menjadi pembelajaran yang lebih menarik dan menantang peserta didik sehingga mampu meningkatakan semangat motivasi siswa serta hasil belajar.
“Dari tabel analisa data yang telah dilakukan didapatkan bahwa penilaian terhadap media pembelajaran berbasis multimedia interaktif BENORKEMAS DAN ENSIK pada mata pelajaran IPAS kelas III DAN IV dengan kategori sangat baik (SB) 42,67%, kategori baik (B) 50,67%, kategori cukup baik (CB) 6,67%, kategori kurang baik (KB) 0 % dan kategori tidak baik (TB) 0 %. Sedangkan nilai rata-rata tingkat kelayakan media adalah 4,34. Jika dikonversikan ke tabel kategori penilaian maka nilai tersebut berada pada interval 4,2 – 5,0 dengan kategori sangat baik,” ujarnya
Kesenjangan literasi digital antar siswa,dibuktikan dengan nilai raport pendidikan indikator literasi dalam menginterprestasi informasi naik menjadi 11,11 %
Hasil rata – rata evaluasi belajar untuk mata pelajaran IPAS materi Norma Kehidupan masyarakat mengalami kenaikan yaitu 78,5 dari 13 anak di kelas 4 naik sebesar 22, 2 sehingga diatas ketuntasan Minimal sedangkan untuk materi energi di sekitar di kelas 3 rata – rata evaluasi belajar menjadi 85,6 naik 14,6 sehingga di atas ketuntasan minimal dari 15 siswa. (Har/Ria)







