Peringatan HGN 2025 dan HUT PGRI ke-80 di Disdik Sumawe, Ditandai Dengan Pemotongan Tumpeng
MALANG, UPDATE NEWS99 – Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang ke-80 di Dinas Pendidikan (Disdik) Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe) Kabupaten Malang ditandai dengan pemotongan tumpeng Selasa (25/11/2025).
Pemotongan tumpeng tersebut dilakukan, sebagai wujud syukur para dewan guru yang telah diberi kesehatan dan kekuatan untuk terus mengabdi serta mengajar para generasi penerus bangsa.
Dengan disaksikan oleh seluruh Kepala Sekolah, dewan guru, pengawas, tokoh pendidikan, Muspika Sumawe dan beberapa guru purna tugas, potongan tumpeng itu diberikan oleh Ketua PGRI cabang Sumawe H. Mokhamad Ali S. Pdi kepada tokoh yang dihormati yaitu H. A. Wahid Arif selaku perwakilan dari PGRI Kabupaten Malang.
Agar mendapatkan berkah, kemudian puluhan tumpeng yang sudah disediakan itu dimakan bersama para Kepala Sekolah dan dewan guru secara berkelompok, dengan maksud untuk mempererat hubungan sosial dan emosional antar guru.
Pengurus pleno PGRI Kabupaten Malang H. A. Wahid Arif, berharap momentum Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-80 menjadikan semua roses pembelajaran anak-anak kedepannya semakin baik.
Kata dia, sesuai tema yang di kedepankan yaitu Guru Hebat, Indonesia Kuat dan Guru Bermutu Indonesia Maju.
“Dua tema ini kalau kita kolaborasikan, pendidikan di Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang dan Indonesia pada umumnya, harapan pemerintah untuk mencapai Indonesia Emas 2045 akan terwujud”, ungkap H. Wahid Selasa (25/11/2025).
Ditempat yang sama, Ketua PGRI Cabang Sumbermanjing Wetan H. Mokhamad Ali S. Pdi mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada
kepada pemerintah.
Dikatakan, Ali, HUT PGRI yang mengedepankan guru bermutu Indonesia Maju, bersama PGRI untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 mendatang. Hal itu, kata Ali, memang yang ia tunggu-tunggu dimana pemerintah telah banyak berbuat.
Apalagi, sambung Ali, di tahun yang akan datang ini, kita mendidik anak-anak ini tak
sekedar mengedepankan konsektual. Namun, yang harus di kedepankan adalah faktor ekstual yang tertuang dalam pembelajaran mendalam.”Kalau itu kita terapkan dengan sebaik mungkin, Insyaalah Indonesia akan menjadi lebih maju”, terangnya.
Lebih jauh Ali menjelaskan, tujuan tasyakuran ini, pertama, yang perlu kita syukuri adalah nikmat Allah yang telah diberikan kepada kita dan itu memang wajib kita syukuri. Yang kedua, dengan silaturahim ini mudah-mudahan menjadi jalinan harmonis antar guru, khususnya di wilayah Kecamatan Sumbermanjing Wetan ini. (H.Sur/DK)







