MALANG, UPDATE NEWS99 – Peringatan Isra Mi’raj di lingkungan sekolah saat ini semakin bermakna dengan adanya integrasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kolaborasi ini ini tidak hanya memperingati peristiwa spiritual, tetapi juga membantu siswa secara fisik dan sosial.
Tak hanya itu, program MBG, yang mencakup nasi, lauk pauk, sayur, dan buah, memastikan siswa mendapatkan asupan gizi seimbang. Hal ini meningkatkan konsentrasi dan fokus belajar siswa saat mengikuti ceramah peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Seperti yang berlangsung di SMK AR-Roudloh Dusun Sumber duren Desa Sidodadi Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang, Sabtu (17/1/2026).
Kepala SMK AR-Roudloh H. Ali Fasha S.Ag.M.Pd menuturkan, sesuai dengan nilai-nilai Isra Mi’raj yang mengajarkan kebaikan, MBG menjadi sarana berbagi. Kegiatan ini sering dirangkaikan dengan makan bersama, yang menciptakan ikatan sosial yang hangat antara siswa dan guru.
“Tidak seperti tahun sebelumnya, untuk peringatan Isra Mi’raj saat ini anak-anak tidak kami anjurkan membawa makanan dari rumah. Karena, konsumsinya sudah disiapkan oleh dapur SPPG Gedangan”, terang Ali dengan suara khasnya yang lembut.

Dalam tausyiahnya di hadapan ratusan siswa dia mengungkapkan, dengan Isra Mi’raj kita memperingati sejarah yang luar biasa. Nabi Muhammad SAW diperintahkan shalat lima waktu secara langsung oleh Allah SWT.
Saat peristiwa Isra Miraj di Sidratul Muntaha, yang awalnya 50 kali sehari lalu dikurangi menjadi lima kali sehari. Setelah memohon keringanan kepada Allah atas saran Nabi Musa, menjadikannya ibadah wajib utama bagi umat Islam.
“Karena shalat lima waktu itu perintah langsung dari Allah. Karena itu, shalat
menjadi tolak ukur perbuatan kita. Kalau shalat kita bagus, insyaallah kita mampu mengurangi perbuatan yang kurang baik”, tandasnya.
Lebih jauh, Ali menjelaskan di SMK AR-Raudloh setiap pagi juga melaksanakan shalat dhuha, pembacaan surat Yasin, dan shalat dhuhur berjama’ah.
Dengan penerapan ibadah di kalangan lembaga, itu akan menjadikan siswa yang baik, mencakup ketepatan waktu, kekhusyukan, dan pemahaman makna, yang membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, kebersamaan, kejujuran, serta meningkatkan fokus belajar dan ketenangan batin. (H.Sur/DK)







