MALANG, UPDATE NEWS99 – Pondok Pesantren adalah lembaga pendidikan Islam tradisional yang menyelenggarakan pendidikan di asrama. Dan yang unik, H. Ali Fasha S.Ag.M.Pd seorang Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al-Roudloh Dusun Sumber Duren lor Desa Sidodadi Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang selama bertahun-tahun justru memberi makan gratis kepada puluhan santrinya.
“Saya terinspirasi dari ceritera seorang ulama’besar yang mempunyai santri sebanyak 15.000 orang. Sejumlah santri itu setiap hari diberi makan secara cuma-cuma alias gratis”,terang Ali Fasha Selasa (11/3/2025).
Dijelaskan Ali, selain terinspirasi dari ceritera seorang ulama’besar,ustadz usia 50 tahun ini juga pernah menjadi santri. Menurutnya,menjadi seorang santri menyimpan cerita dan kesan tersendiri bagi suami Mutammimah ini. “Saya pernah tinggal di pondok pesantren. Pengalaman ini tidak akan mungkin bisa terlupakan semasa hidup saya. Perjalanan menjadi seorang santri tentu akan memberikan warna yang berbeda, ada yang indah dan ada yang pahit. Namun, sepahit-pahitnya mondok bagi sebagian santri rasanya pasti nikmat dan bakal bikin kangen”, ungkap Ali dengan suara khasnya yang lembut.
Dan tidak menutup kemungkinan, sambung dia,diantara 50 orang santri yang ada saat ini, diantaranya keluarga orang kaya. Di kesempatan itu Ali menyiapkan kantin. Tujuannya agar pelaku usaha yang ada dilingkungan pesantren punya penghasilan.
“Kalau kita kalkulasi dari penghasilan kantin, Alhamdulilah, dalam setiap minggu bahkan satu bulan bisa mencukupi hampir semua kebutuhan Pondok Pesantren. Saya yakin, setiap santri baru yang datang itu membawa rizki”, ujar ayah Achmad Fachrudin Fasha ini bersyukur. Ucapan terimakasih, Ustadz penyandang gelar pendidikan S-2 ini kepada para wali santri yang telah mempercayakan putra-putrinya di Ponpes Al-Roudloh dan SMK yang dia pimpin saat ini dengan jumlah murid hingga mencapai ratusan ratusan orang. “Mari kita bekerjasama, bagaimana menjadikan anak-anak kita menjadi anak yang sholeh dan sholehah dan juga mampu untuk berdikari bisa hidup lebih baik dari dunia dan acherat”, Ali mengakhiri. (H.M/DK)







