Masa Reses Terakhir, Daniel Rohi: Meningkatkan Peran dan Partisipasi Masyarakat dalam Pemilukada Serentak 2024

Masa Reses Terakhir, Daniel Rohi: Meningkatkan Peran dan Partisipasi Masyarakat dalam Pemilukada Serentak 2024

 

KOTA MALANG | UPDATE NEWS99 || – Masa Reses terakhir anggota DPRD Prov. Jawa Timur, salah satu tugas dan fungsi anggota DPRD, Dr. Ir. Daniel Rohi, M.Eng Sc, IPU selaku Anggota DPRD Propinsi Jawa Timur akan menyelenggarakan kegiatan sosialisasi, “Meningkatkan Peran dan Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu Kepala Daerah Serentak Tahun 2024” Minggu, (30/6/2024)

Kegiatan reses dihadiri Pengurus DPC, PAC dan 57 Ketua Ranting dari 57 Kelurahan, dan diselenggarakan pada, Minggu, (30/6) Hotel Savana (Ruang Magoni) Jl. Lethen Sutoyo Malang.

Hadir, I Made Riandiana Kartika, SE., MM., Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang dan sebagai ketua DPRD Kota Malang, ia memberikan materi pentingnya mendorong partisipasi aktif dalam pemilukada serentak 2024.

Daniel Rohi menyampaikan banyak hal yang diselipi kelakar bersama peserta reses. Tetapi, dalam pemateri pengantar, ia menekankan pada pentingnya tingkatan kaderisasi internal partai dan tanggungjawab penyelenggara pemilukada (KPU) serta pemerintah penyedia anggaran.

Ia menyampaikan bahwa kenapa begitu pentingnya mendorong peningkatan partisipatif masyarakat terhadap pelaksanaan pemilukada serentak 2024 di setiap daerah.

Tentu saja, Ini bukan persoalan anggaran yang gede dikeluarkan untuk biaya Pilkada, tetapi agenda politik yang mengharuskan setiap partai politik untuk berjuang memenangkan helatan pilkada di setiap daerah dalam arti merebut kekuasaan untuk kesejahteraan rakyat.

Ia mengutip pernyataan politisi dan juga teman dekatnya yang mengatakan bahwa, berbicara program di internal partai itu lebih sulit ketimbang jadi kepala daerah.

Di internal partai, ketika bicara program, ramainya gak ketulungan, susah dieksekusi kadang susah dianggarkan.

“Dan ketika kita jadi kepala daerah, apa yang tidak bisa! Semua bisa terealisasi karena ada anggaran! Anggaran sudah tersedia! Itu kata sahabat saya,” tuturnya.

Lebih lanjut, masyarakat memiliki andil yang cukup besar dalam proses pemilihan umum bahwa masyarakat sebagai pemilih yang menentukan kalah menangnya kandidat dan baik buruknya penyelenggaraan pemilukada.

I Made Riandiana Kartika menyoroti pemilih apatis. Ia sampaikan begitu rumitnya menghadapi pemilih apatis.

Dalam setiap helatan pemilu, baik pilpres, pileg dan Pilkada, sering muncul kasus adanya rakyat sebagai pemilih apatis. “Gak ada uang gak ada suara!” Pernyataan ini adalah sikap apatisme masyarakat. Bukan kapitalistik!

“Apatisme ini juga dari dampak Medsos dan pergaulan. Beberapa hal menjadi penggiringan opini yang mempengaruhi pemilih menjadi apatis adalah: Menganggap parpol tidak penting, Parpol dan pemilu gak ada gunanya, Partai hanya sebagai alat pengumpul suara rakyat, Pemilu hanya mementingkan pribadi dan kelompok, dan Gara-gara perilaku pejabat dan politisi buruk menjadikan image negatif dan apatisme masyarakat pada pemilu ini,” tutur Made panjang lebar.

Selanjutnya, ia menyampaikan bahwa regenerasi PDI Perjuangan harus dipikirkan mulai sekarang. Setidaknya 70%, kalau tidak, kita akan ditinggal oleh partai lain yang saat ini mereka berlomba merebut hati pemilih milinial.

“Partai harus memikirkan dan membuka diri, bahwa pentingnya regenerasi demi kepentingan partai kedepan,” tutrnya.

“Pesan saya, mari kita rebut pemilih apatis, bagaimana pun caranya. Yang jelas yang positif! Bergaul lah dengan mereka, dengan cara yang baik. Barmain medsos lah dengan baik. Hal yang baik akan menghasilkan tujuan baik,” pesan Made saat di meja smoking area Hotel Savana. (prayit/kw)