MALANG, UPDATE NEWS99 – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT)Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-80 dan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2025,Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) cabang Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang menggelar do’a bersama.
Acara tersebut berlangsung di semua lembaga sekolah, mulai dari PAUD sampai SMA/SMK Negeri, swasta dengan melibatkan siswa, guru, pengurus PGRI Cabang dan tokoh agama setempat secara serentak tanggal 7-November 2025 lalu.
Seusai do’a bersama, berlanjut ziarah ke makam para tokoh pendidikan di wilayah setempat yang diwakili oleh beberapa orang pengurus cabang , Kepala Sekolah, dan guru.
Tujuan ziarah makam ini sebagai tanda bakti, rasa hormat, solidaritas dan mengenang kembali jasa-jasa para pejuang pendidikan , tokoh pendidikan kecamatan Gedangan yang telah meninggal dunia. Para guru yang masih hidup saat ini merasa diberi amanah untuk melanjutkan perjuangannya senantiasa kompak untuk memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas kepada peserta didik.
Ketua PGRI cabang Kecamatan Gedangan Drs. Tasemin M.Si mengungkapkan, beberapa tokoh pendidikan yang ia ziarahi seperti makam almarhum Bapak Sunari, mantan Ketua PGRI Kecamatan Gedangan. Kemudian juga ke makam pembina pendidikan Kecamatan Gedangan yaitu Bapak Warno Hadi Tirto Susastro.Juga ke makam Bapak Asmuri, makam Bapak Sanimun, makam Bapak Sunarko dan makam Bapak Adi Prayitno.
Kata Tasemin, selain menziarahi makam para tokoh pendidikan, memanjatkan doa agar ahli kubur mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya ini juga dilakukan ke makam para dewan guru yang sudah almarhum.
“Ziarah makam itu dilakukan secara perwakilan.Seperti ke makam Bapak Sunari, Bapak Warno Tirto Hadi Susatro juga ke makam Bapak Reso Adi Daud di Sitiarjo” jelas Tasemin, Jum’at (21/11/2025).
Lebih jauh,Tasemin menyebutkan, tiga tokoh pendidikan yang di ziarahi seperti makam almarhum Bapak Sunari mantan Ketua PGRI Cabang Gedangan, makam almarhum Bapak Warno Hadi Tirto Susastro, mantan pengawas sekolah dan Kakandepdikbudcam Gedangan, dan makam Bapak Reso Adi Daud, mantan Kakandepdikbudcam Gedangan pertama kali .
Menurut Tasemin, menziarahi makam para tokoh pendidikan, memanjatkan doa agar ahli kubur mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Di beberapa sekolah sebagian guru dan siswa juga melaksanakan ziarah kubur guru atau kepala sekolah yang sudah meninggal dunia yang lokasinya berdekatan dengan sekolah. (H.Sur/DK)







