Bahasa Jawa dan Inggris, Mapel Favorit di SDN 1 Kedungbanteng

Bahasa Jawa dan Inggris, Mapel Favorit di SDN 1 Kedungbanteng

MALANG, UPDATE NEWS99 – Bahasa Jawa dan Inggris menjadi Mata Pelajaran ( Mapel) favorit di SDN 1 Kedungbanteng Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang.
Pasalnya, kedua bahasa tersebut memiliki peran penting.

Seperti bahasa Jawa, yaitu untuk melestarikan budaya lokal dan menumbuhkan budi pekerti. Selanjutnya Mapel bahasa Inggris, bertujuan untuk komunikasi global dan mempersiapkan siswa menghadapi persaingan internasional.

Kepala SDN 1 Kedungbanteng Nyuwito S.Pd menerangkan, untuk Mata Pelajaran (Mapel) bahasa Inggris, meskipun masih mengawali, namun anak-anak sudah mulai faham.

Kata Nyuwito, hal yang tak kalah penting yaitu pelajaran bahasa Jawa. Karena menurutnya, bahasa Jawa adalah bahasa daerah di Indonesia yang dituturkan oleh suku Jawa, terutama di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta, namun juga digunakan di wilayah lain di Indonesia,bahkan di luar negeri.

Bahasa Jawa dan Inggris, Mapel Favorit di SDN 1 KedungbantengUntuk Mapel bahasa Jawa ini, lanjut Nyuwito, diterapkan setiap hari Kamis.”Setiap hari Kamis, anak-anak juga kami wajibkan mengenakan pakaian adat Jawa yaitu baju lurik dan selengkapnya”, tutur pria yang juga merangkap Kepala SDN 2 Tambakrejo ini Senin (1/12/2025).

Pada saat mata pelajaran bahasa Jawa, sambung Nyuwito, anak-anak ia wajibkan bercakap dengan menggunakan bahasa Jawa. Termasuk guru saat memberikan mata pelajaran.”Sugeng enjang bocah-bocah.Mugi-mugi panjenengan sedoyo tansah sehat, panaringan rahayu, wilujeng”, ucap Nyuwito mencontohkan.

Menurut Nyuwito,awalnya,anak-anak memang janggal dalam bercakap menggunakan bahasa Jawa, tetapi lama kelamaan mereka terbiasa berkomunikasi meski tidak harus dengan kromo inggil.

“Tujuan lain dengan pelajaran bahasa Jawa ini, yaitu untuk menunjukkan rasa hormat dan sopan santun anak-anak yang kini mulai pudar”, tandasnya.

Lebih jauh, Nyuwito menjelaskan, di SDN 1 Kedungbanteng saat ini masih belum memiliki musholla dan ruang Perpustakaan.
Kurangnya dua Sarpras tersebut, belakangan ini, selain menjadi catatan bahkan sudah disurvey oleh kelompok mahasiswa dari Universitas Negeri (UM) Malang.

“Meskipun SDN 1 Kedungbanteng ini berdekatan dengan masjid, tetapi dengan memiliki mushalla sendiri, anak-anak lebih maksimal dalam melaksanakan giat keagamaan”, terang Nyuwito.

Sementara itu, untuk kondisi gedung SDN 1 Kedungbanteng, Nyuwito menyebutkan, meski ada sebagian kusen pintu sudah ada yang rusak, tetapi itu masih bisa dipertahankan.

“Meski hanya sampai ditingkat Kecamatan Sumbermanjing Wetan, SDN 1 Kedungbanteng pernah menyabet juara harapan 1 dan 3 Matapel Matematika dan IPA. Prestasi itu tercapai,selain memang itu mata pelajaran sekolah juga berkat dukungan seluruh wali murid. Dan untuk Bimbingan Belajar (Bimbel) dilaksanakan di luar lembaga”, Nyuwito mengakhiri. (H.Sur/DK)