
KOTA MALANG, UPDATE NEWS99, – Forum Komunikasi Antar (FKA) BKM adalah forum silaturrahmi antar pimpinan BKM di 11 Kelurahan Kecamatan Klojen.
FKA BKM Kecamatan Klojen dipimpin oleh Sujito Ketua, Samsul Hadi Seketaris dan Wari Sutardjo Bendahara. Mereka adalah pimpinan kolektif dari 11 Kelurahan hadir dalam pertemuan rutin FKA BKM se Kecamatan Klojen di Balai RW 10 Kelurahan Oro-oro Dowo, Selasa, (29/4/2025) malam.
Dalam pertemuan rutin tersebut ada beberapa hal yang dibahas, hal itu menunjukkan pasang surut perjalanan kelembagaan BKM adalah representatif kondisi dari karakter masing-masing warga kelurahan setempat.
Lebih dari itu bahwa masih ada BKM yang masih kokoh dengan program utamanya (ekonomi bergulir) dan disamping program sosial fisik maupun program sosial lainnya.
Pengamatan media yang hadir, FKA BKM Kecamatan Klojen tidak lagi membahas BOP (biaya operasiobal) lewat kelurahan, karena persoalan BOP dianggab sudah clear. Mengikuti aturan pemerintah (ATK dan Mamin).
Sudjito Ketua FKA BKM Kecamatan Klojen berharap pertemuan tersebut adalah tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya terkait dengan legalitas kelembagaan, yang ia maksud adalah mengikuti SK kelembagaan kelurahan atau tetap berdasarkan AD/ART kelembagaan masing-masing BKM.
Dalam pemikirannya, bisa jadi keduanya bisa dipakai sesuai kebutuhan yang tidak melanggar AD/ART BKM masing-masing dengan melakukan perubahan AD/ART pada RWT (rembug warga tahunan) atau RWA (rembug warga akhir) masa bakti PK BKM.
Disampaikan Samsul Huda Seketaris FKA BKM, menyampaikan bahwa untuk pertemuan selanjutnya harus ada pembahasan khusus terkait AD/ART BKM dan legalitas status BKM di masing-masing kelurahan.
“Untuk meningkatkan peras serta BKM dengan pemerintah, seharusnya kita menata dulu AD/ART BKM agar tidak ada benturan dengan peraturan pemerintah atau perundang-undangan yang ada,” jelas Samsul.
“Untuk menindak lanjuti penyamaan persepsi perlu adanya pertemuan lanjutan. Soal waktu itu tentatif saja. Yang penting secepatnya. Monggo di BKM mana?. Kalau persoalan AD/ART ini beres, kita coba menghadap Walikota Malang,” lanjutnya.
“Ya kita harus bersyukur bahwa kita masih diberi BOP dari pemerintah walaupun minimal sebagai biaya koordinasi agar kelembagaan ini tetap eksis, khususnya bagi BKM yang mati tidak mau hidup pun segan. Istilahnya, ‘sekarat!’,” tutupnya sambil nyengir. (kw)






