Kopdes Merah Putih Gedog Wetan Incar Enam Unit Usaha

Kopdes Merah Putih Gedog Wetan Incar Enam Unit Usaha

MALANG, UPDATE NEWS99 – Kabupaten Malang menargetkan sebanyak 390 desa sudah membentuk Keperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sebelum 30 Juni 2025 mendatang. Pendirian Koperasi Merah Putih tersebut sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Seperti halnya di Desa Gedog Wetan Kecamatan Turen Kabupaten Malang.

 

Kepala Desa Gedog Wetan Budiono ST menjelaskan, melalui Musdessus Kopdes Merah Putih Gedog Wetan sudah terbentuk tiga minggu lalu. “Untuk yang sudah terbentuk masih ketua, wakil ketua bidang anggota, wakil ketua bidang usaha, sekretaris dan bendahara”, terang Budiono Kamis (15/5/2025).

 

Kata Budiono, dari nama-nama yang sudah terbentuk, nanti akan mengumpulkan anggota yang terdiri dari seluruh warga Desa Gedog Wetan sekaligus sosialisasi kepada warga untuk mengajukan diri sebagai anggota koperasi.Tak hanya itu, mereka juga diharuskan membayar simpanan wajib, simpanan pokok dan simpanan sukarela.

“Untuk simpanan pokok disepakati Rp 150.000 per-bulan. Sedangakan untuk simpanan wajib sebesar Rp 10.000 setiap bulan. Dan untuk simpanan sukarela, itu tergantung kerelaan para anggota dan tidak terbatas”, ungkapnya.

 

Dari uang hasil simpanan anggota nanti jika sudah terkumpul, akan dipergunakan untuk modal usaha awal koperasi. “Setelah koperasi terbentuk juga akan dilanjutkan dengan pengajuan ke notaris. Itu sebagai legalitas Kopdes Merah Putih”, ucapnya.

 

Lebih jauh, Kades Budiono menjelaskan, setelah dinyatakan legal, kemudian akan disosialisasikan kepada warga terkait nominal simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan sukarela yang tidak terbatas, termasuk calon anggota koperasi yang akan mendaftar.

 

Orang nomor satu di desa berpenduduk 9000 jiwa ini juga mengutip intruksi dari Presiden RI Prabowo Subianto, bahwa ada 6 gerai atau Unit usaha yang akan dikelola dan itu disesuaikan dengan kondisi di masing-masing desa. Untuk di Desa Gedog Wetan, sambungnya, masyarakat berharap adanya layanan penunjang produksi pertanian. “Disitu ada gerai yang menyiapkan obat-obatan dan pupuk, ada juga sembako untuk masyarakat,

ada, unit simpan pinjam dan yang lain termasuk fasilitas UMKM. Tetapi itu baru wacana kedepan. Setidaknya ada  3 atau 4 Unit usaha yang berjalan. Sambil berjalan kita menunggu program selanjutnya dari pemerintah untuk ketahanan  pangan”Budiono mengakhiri. (H.M/DK)