MALANG, UPDATE NEWS99 – Bertugas di Sekolah Dasar (SD) yang kondisinya terpencil memang sangat menantang. Itu karena minimnya fasilitas, sulitnya akses dan keterbatasan sumberdaya.
Namun banyak pihak yang beranggapan, itu sebagai penggilan pengabdian untuk mencetak generasi penerus,dan membuktikan bahwa dedikasi bisa mengubah keterbatasan menjadi peluang.
Seperti tugas yang tengah diemban Panji Subowo S.Pd, seorang Plt. Kepala SDN 4 Kedungbanteng Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang saat ini.
“Bertugas ditempat terpencil,suatu
kebanggan tersendiri. Salah satunya bisa memajukan pendidikan untuk keberhasilan generasi penerus”, terang Panji Rabu (21/1/2026).
Pria yang menyelesaikan jenjang pendidikan S-1di Universitas PGRI Nusantara Kediri jurusan pendidikan jasmani, kesehatan dan rekreasi ini mengatakan, ia bisa mengabdikan diri di SD kecil. Dan bisa, melakukan yang terjadi sebelumnya. Seperti kerusakan lokal akibat dampak banjir tahun 2022 lalu.
Sekilas, Panji menjelaskan, atas persetujuan para pemangku kepentingan, selanjutnya dilakukan pemindahan fisik ke tempat yang dijamin aman dari ancaman banjir. Gedung sekolah saat ini merupakan hasil relokasi tahun 2023. Berdiri diatas lahan seluas 700 meter persegi atas donasi dari Musleh, seorang tokoh masyarakat Dusun Tempuran.
“Sekarang kita berada di posisi aman dari ancaman bencana alam. Dan itu juga atas kerjasama masyarakat, komite sekolah, sehingga pembangunan itu bisa berjalan”, ungkapnya.
Lebih dari itu, KS dilembaga yang terdiri dari 8 tenaga kependidikan ini menguraikan PP nomor 19 tahun 2017 tentang perubahan PP nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru yang menyebutkan ketentuan kepala sekolah tidak lagi wajib mengajar untuk pemenuhan syarat tunjangan profesi.
Dalam PP 19 Tahun 2017 itu disebutkan bahwa beban tugas kepala sekolah meliputi tugas manajerial, pengembangan kewirausahaan, serta supervisi guru dan tenaga kependidikan.
“Namun pengecualian kepala sekolah tetap bisa mengajar apabila di sekolah tersebut memang kekurangan guru dan tenaga kependidikan”, ucapnya.
Dedikasi Panji Subowo melampui jarak yang ia tempuh. Betapa tidak, untuk menuju ke tempat tugas di sebuah sekolah yang terletak terpencil dan penuh tantangan. Dalam perjalanan kesana, Panji harus menjumpai jalan- jalan setapak, tanjakan, turunan curam dan medan hutan. Kondisi ini menuntut kehati-hatian ekstra, terutama saat cuaca hujan kondisi alam disitu sering diselimuti kabut. (H.Sur/DK)







