1 / -

Rampas Sabit ODGJ Ngamuk, Telinga Warga Lebakharjo Putus

Rampas Sabit ODGJ Ngamuk, Telinga Warga Lebakharjo Putus

MALANG, UPDATE NEWS99 -Pria misterius berusia 40 tahunan diduga ODGJ (Orang dengan Gangguan Jiwa) yang membacok 8 warga dipastikan bukan warga Lebakharjo Ampelgading. Hingga Minggu (2/2/2025) siang, pelaku masih berada di RS Saiful Anwar Malang.

Kepala Desa Lebakharjo, Sumarno menegaskan,pelaku bukanlah warga setempat. “Sudah 5-6 bulanan di sekitaran desa Lebakharjo. Sejak kejadian kemarin, sempat dibawa ke RSUD Kanjuruhan lalu dirujuk ke RSSA Malang, ” terangnya.
Kata Sumarno, 5 bulan lalu pelaku juga nyaris geger saat membawa senjata tajam sambil meminta mangga milik warga desa. Namun senjata tajam itu berhasil dirampas warga.
Lebih jauh Sumarno menjelaskan, warga sebenarnya sangat membantu keseharian pelaku. Iba terhadap pelaku, warga tidak sekali dua kali memberi makanan. Hidup di jalanan desa, kadang pelaku tidur di Pos desa dan dimanapun ia bisa tidur serta berteduh.

 

Pelaku pernah pula meminjam golok kepada warga. Namanya ODGJ, niatnya tidak jelas. Ia mengaku mau mencari kayu. Saat itu, pelaku tidak menunjukkan temperamennya dan tidak mengamuk.
Tetapi, Kamis(30/1)pelaku mendadak membawa sebilah sabit atau jombretan–alat pertanian untuk mencari rumput. Belum jelas dari mana ia mendapatkannya.
“Memang warga petani sudah biasa menaruh alat pertanian di lokasi kandang ternak. Sangat mungkin kemudian, pelaku itu menemukan jombretan di salah satu kandang milik warga desa”,ucapnya.
Korban pertama adalah Andika Aprianto (32) yang sedang naik sepeda motor trail melintasi jalan dekat Mushalla.
“Dari belakang Andika kena sabet di punggung. Sampai terjatuh. Lalu Hari lewat, juga naik motor mau ke toko. Kena juga di punggung. Lengan juga kena. Waktu kejadian saya baru pulang dari Surabaya, ” cerita Sumarno.
Begitu juga Marsuki yang sedang naik sepeda motor turut jadi korban sabetan jombretan pelaku. Lengan korban musti dijahit 15 jahitan. Naas dialami juga Supangat yang melihat keramaian dan pelaku. Ia kena sabet.

“Ketika seorang warga bernama Budi datang,dia kabur lari ke barat. Ada juga yang ngrekam kejadian kena sabet, “tambah Sumarno.
Lanjut Sumarno, Sartono lah yang paling berani menghadapi pelaku. Ia berhasil merampas sabit dari tangan pelaku. Meski kemudian banyak luka dideritanya. Berbarengan itu, warga mulai berani beramai-ramai “memojokkan” pelaku.
“Sartono paling berani sampai berhasil rampas sabit. Sampai telinga putus separuh. Kepala sobek. Bibir juga sobek. Mulai banyak orang di situ Mas, ” ungkapnya.
Belasan menit situasi mencekam akhirnya mereda. Pelaku berhasil diamankan dan dinaikkan ke mobil pikap Polsek Ampelgading.
Pelaku kemudian dibawa ke RSUD Kanjuruhan Kepanjen dan dirujuk ke RSSA Malang.
Esoknya, Jum’at pagi, para keluarga korban menandatangani surat pernyataan tidak melanjutkan laporan karena paham jika pelaku adalah orang gila.
“Keluarga korban atau warga sini sudah paham Mas, kalau pelakunya ODGJ. Jadi menerima kejadian itu, menandatangani surat pernyataan, “pungkasnya. (HM/DK)