KOTA MALANG | UPDATE NEWS99 || – Bambang Heryanto, S. Sos, M.AP., Lurah Kotalama Kecamatan Kedungkandang mengajak semua pihak untuk bergotong royong dalam pelaksanaan imunisasi bisa berjalan baik dan lancar.
Ia menekankan jangan sampai ada warga masyarakat anaknya tidak ikut Imunisasi. Karena imunisasi menciptakan kekebalan tubuh dan mencegah penuluran penyakit pada orang lain. Sabtu, (29/6/2024)

Dalam rangka pelaksanaan kegiatan dengan pendekatan human Centered Desigh (HCD) guna mendukung peningkatan pelayanan imunisasi di wilayah kerja Puskesmas Kedungkandang, pertemuan melibatkan masyarakat dan pemberdayaan kader untuk terlibat aktif dalam pelaksanaan imunisasi dan surveilans.
Sekedar informasi, Surveilans adalah kegiatan pengamatan sistematis dan secara continue terhadap data dan informasi tentang kejadian penyakit atau masalah kesehatan.

Peran utama pengawasan penyakit adalah untuk memprediksi, mengamati serta meminimalisir hal berbahaya yang disebabkan oleh situasi wabah, epidemi dan pandemi, serta meningkatkan pengetahuan soal faktor yang penyebab terhadap keadaan lain dan semacamnya.
Keterlibatan sosialisaai pelaksanaan imunisasi dan surveilans di pertemuan warga RW 04 adalah Lurah Kotalama, Ketua RT, tokoh masyarakat, Bhabinsa, Bhabinkamtibmas, dsn Dinas Kesehatan Kota Malang.

Wirantika Putri P., SKM., dari Dinas Kesehatan Kota Malang mengatakan salah satu program kesehatan adalah imunisasi, bahwa imunisasi sudah dilaksanakan sejak dulu, namun dampaknya tidak dirasakan secara langsung.
Memang ada dampak imunisasi yang menyebabkan demam, yang dirasakan ketika suntikan imunisasi itu diberikan, tetapi tidak berdampak demam berkelanjutan. Justru sebaliknya, imunisasi akan membuat kekebalan tubuh yang dibutuhkan oleh tubuh manusia.
Wirantika Putri mengajak peserta sosialisasi untuk berdiskusi bersama guna menemukan soluai agar target imunisasi di wilayah RW 04 bisa mencapai.
Selanjutnya, peserta yang hadir dibagi dua kelompok yang terdiri dari kader posyandu, tokoh masyarakat, babinsa dan babinkamtibmas.
Diharapkan bisa berdiskusi agar menukan sebuah solusi agar masyarakat bisa lebih pro-aktif membawa anak balita datang ke posyandu atau imunisasi.
“Kenapa imunisasi itu penting? Karena, pertama akan membentuk proteksi kekebalan diri pada anak. Misal, kalau anak ibu diberikan imunisasi polio, anak ibu akan kebal dari penyakit polio begitu pun seterusnya. Kedua, akan tercipta kekebalan atau proteksifitas pada kelompok masyarakat setempat,” terangnya.
‘Dengan imunisasi akan mencegah penularan penyakit dari penderita lain. Contoh penyakit rubella, ini berbahaya bagi ibu hamil. Kalau seluruh wilayah tersebut sudah imunisasi secara total, anak tersebut tidak menularkan penyakitnya pada orang dewasa termasuk ibu hamil,” lanjutnya.
“Terimakasih dukungan dari semua pihak untuk menyukseskan program imunisasi bagi masyarakat. Dan semoga kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi kesehatan yang berkelanjuta, demi generasi emas 20245,” tutupnya. (Prayit/kw)







