MALANG, UPDATE NEWS99 – Safari Ramadhan suatu kegiatan yang dilakukan pada bulan suci Ramadhan, bertujuan untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan ukhuwah Islami. Kegiatan ini dapat dilakukan oleh pemerintah, lembaga swasta,Ormas maupun Pondok Pesantren.
Seperti safari Ramadhan pertama yang digelar oleh MWC NU di masjid Hidayatul Muttaqin Desa Gedangan Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang, Selasa (4/3/2025).
Selain diikuti oleh banom NU, jama’aah shalat tarawih, tokoh masyarakat dan remaja masjid, juga dihadiri oleh para ustadz, ustadzah dari 8 desa ini memiliki nama unik yaitu jalur Gaza. Nama ini justru mengingatkan kita dengan kondisi jalur Gaza di Paletina yang tak lepas dari medan konflik.
Tidak diketahui secara pasti, kapan istilah Jalur Gaza di Gedangan ini muncul.
“Safari Ramadhan untuk putaran pertama ini dikenal dengan sebutan Jalur Gaza”,terang Ketua Takmir Masjid Hidayatul Muttaqin, Mustain S.Pd dalam sambutannya. Kata Mustain, acara ini disebut jalur Gaza, itu bukan berarti dalam kondisi konflik seperti Israel dan Palestina. “Jalur Gaza ini hanyalah sebuah sebutan, karena masjid ini berdiri ditengah dua wilayah yaitu Kecamatan Gedangan dan Sumbermanjing Wetan. Begitu juga dengan jama’ahnya lebih dominan warga dua wilayah”,ungkap pria sekaligus Sekdes Ringinsari ini.
Acara berikutnya yaitu pidato tentang ke-NU-an yang membahas tentang peran dan tujuan Nahdlatul Ulama (NU) dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Tanfidziyah MWC NU Gedangan Ustadz Lukhoni SE. Diantara paparannya,pria sekaligus Ketua Pagar Nusa Kecamatan Gedangan menjelaskan,NU merupakan organisasi sosial-keagamaan terbesar di Indonesia yang lahir pada tahun 1926 Masehi. NU memiliki corak dan kulturnya sendiri, serta berwatak keagamaan Ahlussunnah wal jama’ah. “Nahdlatul Ulama’ (NU) berupaya menjaga budaya bangsa Indonesia, termasuk tradisi Kenduri, serta melestarikan dan mengembangkan kebudayaan lokal”,tegasnya.
Tak hanya itu, sambung Lukhoni, NU juga selalu berupaya dalam menjaga budaya bangsa, mempertahankan tradisi-tradisi Nusantara yang selaras dengan nilai-nilai Islam seperti budaya tahlilan, yasinan, pengajian dan yang lain.
Acara berakhir dengan mauidhoh hasanah tentang hikmah Ramadhan oleh Ustadz Lasiman Ketua LDNU Gedangan. Dia mengajak umat Islam untuk meningkatkan iman, ketaqwaan kepada Allah SWT dalam bulan Ramadhan serta memperbanyak amal kebaikan dan ibadah. (H.M/DK)







