MALANG, UPDATE NEWS99 – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program makan siang gratis Indonesia yang dicetuskan oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Program ini dirancang dengan tujuan untuk membangun sumber daya unggul, menurunkan angka stunting, menurunkan angka kemiskinan, dan menggerakkan ekonomi masyarakat.
Kepala SDN 2 Sumbermanjing Wetan (Sumawe) Kabupaten Malang Heri Santoso S.Pd menuturkan, meski di lembaga yang dihuni oleh sebanyak 101 siswa, saat ini
masih belum tersentuh dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 nanti. Namun demikian pihaknya sangat mendukung program tersebut.
Menurut Heri, program MBG ini sudah dilaksanakan dibeberapa wilayah di Kabupaten Malang. Selaku Kepala Sekolah Heri berharap, agar program MBG ini secepatnya dilaksanakan.
“Untuk sosialisasi, sejak awal masuk di tahun ajaran baru sudah saya laksanakan, namun sampai hari masih belum ada tindak lanjut”, jelas Heri Senin (8/9/2025).
Ia berharap, kepada pihak pengelola MBG, kalau memang sudah ready baik bangunan maupun kelengkapan sarana dan prasarana yang tentunya sudah menjalin Mou dengan pemerintah, agar secepatnya dilaksanakan.
Dikatakannya, dalam program MBG ini,yang menjadi acuhan adalah jenis makanan 4 sehat 5 sempurna.
” Bukannya kita nuntut program pemerintah, tetapi kalau toh memang itu sudah dianggarkan, berarti hukumnya kan wajib. Seperti ada nasi, lauk-pauk, sayur, buah dan susu segar”, ungkapnya.
Lebih lanjut, Heri menjelaskan dampak positif dengan program MBG ini yang jelas bisa mengurangi beban orang tua. Karena dengan berjalannya program MBG nanti,jajan anak-anak bisa berkurang.
Tetapi, sebagai dampak utama dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini yaitu pada kantin sekolah. Karena siswa mendapatkan makan siang gratis dari pemerintah.Hal ini memaksa pedagang mengurangi stok dagangan untuk menghindari kerugian dan menimbulkan kekhawatiran tentang keberlangsungan usaha mereka.
Dalam hal ini, Heri meminta pengelola kantin agar menyesuaikan. Namun demikian, sambung Heri, dengan terealisasinya program MBG nanti,yang jelas omzet mereka menyusut. “Karena MBG ini program Pemerintah,ya harus kita dukung”, ucapnya.
Namun demikian, Heri meminta, selama program MBG ini belum terealisasi, agar para pedangang di SDN 2 Sumawe bertahan. Tetapi itu tergantung dari pendapatan.
“Kalau dirasa penghasilan nya tidak cukup dan berpengaruh secara signifikan, seharusnya mereka mundur”,pungkasnya.
Sebagai informasi, program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Malang resmi dilaunching, Selasa (19/8/2025) lalu. Tahap perdana, sebanyak 3.000 porsi makanan bergizi dikirimkan untuk siswa SD, SMP, dan SMA di Kecamatan Gondanglegi.
Launching pengiriman perdana dipusatkan di Dapur Badan Gizi Nasional (BGN) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Yayasan Hasyim Asy’ari, Perum Istana Kanjuruhan, Desa Sukosari, Gondanglegi.
Bupati Malang HM Sanusi menyampaikan bahwa program ini merupakan tindak lanjut kebijakan pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi anak bangsa.
“Program makan bergizi gratis adalah wujud kepedulian negara sekaligus investasi jangka panjang bagi lahirnya generasi Indonesia yang sehat, cerdas dan berdaya saing,” kata Sanusi.
Ia menambahkan, keberadaan Dapur Gizi Nasional (BGN) di Gondanglegi akan mempercepat distribusi makanan bergizi secara tepat dan merata.
Selain itu, program ini juga menjadi langkah nyata Pemkab Malang dalam menekan angka stunting serta gizi buruk.
Bupati Sanusi mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari dunia usaha hingga relawan, untuk ikut serta mendukung keberlangsungan program ini.
“Kita ingin memastikan anak-anak di Kabupaten Malang tidak ada yang kekurangan gizi. Mari jadikan program ini sebagai gerakan bersama, bukan hanya program pemerintah,” tegasnya.(HM/DK)







