Cerita Wayang Kulit “Babat Wonomarto Cermin Kemakmuran Desa Sidoasri

Cerita Wayang Kulit “Babat Wonomarto Cermin Kemakmuran Desa Sidoasri

MALANG, UPDATE NEWS99 – Cerita wayang kulit dalam bersih desa mengandung makna spiritual dan sosial. Selain itu juga menjadi sarana ucapan syukur kepada Tuhan dan penguat solidaritas antar warga.

 

Seperti yang berlangsung di Desa Sidoasri Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang Selasa (26/8/2025) malam ini.

 

Mewakili Kepala Desa (Kades)Sidoasri Andiek Ismanto, Sektetaris Desa (Sekdes) Sidoari Puji Suryanto menerangkan, pagelaran wayang kulit semalam suntuk malam ini menampilkan cerita “Babat Wonomarto” dengan dalang Ki Sapto Carito dari Blitar.

 

Menurut Puji, cerita pertunjukan seni tradisional Indonesia ini, mengandung  nilai luhur dan filosofi kehidupan yang relevan masyarakat Desa Sidoasri saat ini.

 

“Cerita wayang ini adalah babat alas tanah leluhur. Itu ada kaitannya dengan perkembangan Desa Sidoasri saat ini  mengalami kemajuan yang signifikan”, jelas Puji Selasa (26/8/2025).

 

Kalau sebelumnya, lanjut Puji, Desa Sidoasri masih banyak kekurangan. Salah satunya mengenai transpotasi. Tetapi, di era kepemimpinan Andiek Ismanto, Kades Sidoasri sekarang, terbukti banyak perubahan bahkan hampir total.

 

“Dulu Balai Desa Sidoari masih beralas tanah. Kini, fasilitas pusat pelayanan masyarakat ini sudah terlihat begitu megah”, ujarnya

Cerita Wayang Kulit “Babat Wonomarto Cermin Kemakmuran Desa SidoasriKini, kemajuan Desa Sidoasri telah dirasakan oleh sekitar 5200 penduduk. Itu diukur  dari peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan mereka secara merata, yang tercermin dalam berbagai aspek seperti peningkatan ekonomi, akses pendidikan dan kesehatan, penguatan pemerintahan desa.

 

Lebih jauh, Puji menjelaskan, pagelaran wayang kulit semalam suntuk dan campursari ini merupakan rangkaian hari jadi Desa Sidoasri yang Ke-18 Tahun sekaligus peringatan HUT Kemerdekaan RI yang ke-80 Tahun

 

Tak hanya itu, sebelumnya Pemdes Sidoasri juga sudah menyelenggarakan berbagai kegiatan, seperti lomba bola voli,ibadah umat Kristiani dan istiqosah bagi warga muslim, gebyar seni kuda lumping, pencak silat, petik laut yang dirangkai dengan peringatan tanggal 1 Suro dan sebagai acara puncak yaitu karnaval budaya tanggal 4-September 2025 mendatang. (HM/DK)