Muncul Opsi Tukar Guling, Belum Ada Solusi Pasti: Lahan SMAN 8 Malang di Jalan Veteran Luas 22.496 Meter Persegi

Muncul Opsi Tukar Guling, Belum Ada Solusi Pasti: Lahan SMAN 8 Malang di Jalan Veteran Luas 22.496 Meter Persegi

 

KOTA MALANG, UPDATE NEWS99, – Sumber, Radar Malang. Sabtu, (9/8/2025), Pemkot Malang dan Pemprov Jatim terus mencari solusi untuk mengatasi polemik empat sekolah yang berdiri di atas lahan milik Universitas Negeri Malang (UM).

Sempat muncul kabar tukar guling antara SMA Negeri 8 Kota Malang dengan Taman Krida Budaya Jatim di Jalan Soekarno-Hatta (Soehat).

Kabar itu akhirnya dibantah Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) Jatim Evy Afianasari, kemarin (8/8).

Dia memastikan bahwa kabar tukar guling itu tak benar. ”Tidak ada pemindahan aset atau tukar guling karena Taman Krida Budaya Jawa Timur masuk dalam kajian sebagai cagar budaya,” tegas Evy.

Saat ditanya apakah sudah ada pemberitahuan dari Dinas Pendidikan (Disdik) Jatim, dia kembali menyatakan bahwa tukar guling tidak mungkin untuk dilakukan.

SMAN 8 Kota Malang membutuhkan lahan yang lebih luas. Untuk diketahui, lahan UM yang digunakan selama ini memiliki luas 22.496 meter persegi. Itu tercantum dalam data referensi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Sementara luas Taman Krida berdasar Perda Nomor 7 Tahun 2001 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Malang hanya 17.050 meter persegi.

Sementara itu, Kepala Disdik Jatim Aries Agung Paewai mengaku bahwa pertemuan lanjutan dengan UM telah dilakukan pada 23 Juli lalu. Negosiasi berjalan positif dengan pihak kampus. Ada opsi pemprov mencari lahan untuk proses tukar guling.

Aries menyadari, UM perlu peningkatan sejumlah fasilitas. Seperti ruang kelas dan laboratorium.

Dia memastikan, ada beberapa lahan milik provinsi yang bisa dipertimbangkan untuk pembangunan fasilitas tersebut.

”Kami akan berikan pilihan yang terbaik, jangan sampai mengganggu proses pendidikan yang sedang berlangsung,” ujar Aries.

Aset pemprov di Kota Malang memang tidak seluas lahan yang ditempati SMAN 8 Malang. Untuk itu, ke depan bakal dilakukan pembicaraan lanjutan dengan pihak UM. Terkait wacana tukar guling dengan Taman Krida Budaya Jatim, Aries juga membantahnya.

Pihaknya memastikan tidak ada usulan lahan tersebut digunakan sebagai pengganti SMAN 8 Malang. Untuk opsi-opsi lahan yang disiapkan, dia mengaku belum bisa menyampaikannya ke publik.

Di tempat lain, Kepala SMAN 8 Malang Nuraeni masih irit bicara terkait polemik di sekolahnya. Sejak kabar pemindahan sekolah itu muncul pada Maret 2025 lalu, Nuraeni terkesan menutup diri.

”Saya masih dinas di luar,” kata dia saat dikonfirmasi, kemarin.

Selain Pemprov Jatim, Pemkot Malang juga masih belum menemukan solusi pasti untuk tiga sekolah. Yakni SD Negeri Percobaan 1, SD Negeri Sumbersari, dan SMP Negeri 4 Kota Malang.

Rencana perpanjangan pinjam pakai sempat dicetuskan pemkot. Namun rencana itu terhambat kebutuhan pengembangan di UM.

Di sisi lain, opsi relokasi juga tidak memungkinkan. Sebab, masa pinjam pakai bakal habis pada 27 Februari 2026.

Dengan sisa waktu enam bulan, bakal sulit bagi pemkot untuk mencari lahan pengganti. Termasuk melakukan pembangunan atau pembenahan.

Kepala Bidang (Kabid) Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Malang Subkhan menyatakan, hampir semua lahan di dekat tiga sekolah itu sudah termanfaatkan. Termasuk lahan yang kelihatan kosong seperti lahan pertanian, ruang terbuka hijau, dan lainnya.

”Jika ada perubahan fungsi untuk kebutuhan sekolah, tentunya membutuhkan kajian,” kata dia.

Karena itu, pihaknya meminta masyarakat menunggu kebijakan lebih lanjut untuk tiga sekolah yang ada.

Selain keterbatasan lahan, proses relokasi juga harus mempertimbangkan domisili dari siswa yang bersekolah di sana. ***)

Sumber: https://radarmalang.jawapos.com/kota-malang/816411942/muncul-opsi-tukar-guling-untuk-sman-8-malang?page=2