
KOTA MALANG | UPDATE NEWS99 || – DPC PDI Perjuangan Kota Malang melaksanakan rekomendari DPP partai untuk melaksanakan FGD di tingkat internal partai dan menghadapi konferda dan konfercab di bulan Desember 2025 mendatang. Minggu, (9/11/2025)
FGD (Forum Group Discussion) ini diikuti oleh Fraksi PDI Perjuangan, struktural DPC, PAC, Badan dan Sayap Partai yang berlangsung di Lodji Coffee Lantai 1, Hotel Pelangi, Kayutangan Heritage, Kota Malang
I Made Riandiana Kartika, S.E., M.M. Ketua DPC partai dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan FGD ini merupakan tindak lanjut dari instruksi DPP partai sebelum menghadai Konferda dan Konfercab.

DPC PDI Perjuangan Kota Malang, menurutnya, DPC partai tetap membutuh masukan dari semua yang berkompeten, baik itu dari akademisi, praktisi, maupun konsultan pemilu yang selama ini sudah bekerjasama demi pemenangan partai ke depan.
Ia menegaskan, konsolidasi atau kata lain FGD ini membuktikan bahwa kepartaian harus ditata dengan perencanaan yang matang mulai sekarang.
FGD tersebut disajikan dua pemateri yang semula rencananya tiga pemateri, karena satu hal yang bersangkutan tidak bisa hadir.
Kedua pemateri tersebut adalah DR. Agung Suprojo, S.Kom, M.AP., ia menyampaikan materi, “Penguatan Konsolidasi untuk Penajaman dalam Penyusunan Sikap Politik Partai Pasca Konggres VI”
Robitoh Alam Islami atau dikenal Simon, ia menyampaikan materi “Mempertajam Arah Dan Target Kerja Pemenangan Elektoral Untuk Strategi Pemenangan PEMILU 2029”.

Ditemui awak media, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, S.S. Ketua DPRD Kota Malang dari kader PDI Perjuangan, ia menyampaikan bahwa FGD yang dilaksanakan oleh DPC partai adalah untuk membaca tentang situasi politik saat ini bagaimana menghadapi pemilu 2029 mendatang.
Ketika disenggol terkait program RT Berkelas, ia menyampaikan bahwa pemerintah Kota Malang harus bisa mengorkrestasi program tersebut untuk menjawab adanya gap di masyarakat dengan mewujudkan kebutuhan masyarakat yang klasternya adalah struktur terkecil di masyarakat, yaitu di tingkat RT.
“Harapan kami, program ini bisa menjawab kebutuhan yang ada, jadi bukan sekedar formalitas tetapi esensinya muncul benar-benar menjawab seluruh kebutuhan masyarakat yang selama ini mungkin belum terpenuhi,” tutup Amithya. (kw/ria/dk)







