MALANG, UPDATE NEWS99 – Pemerintah Desa (Pemdes) Tirtomoyo Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang memanfaatkan lahan seluas sekitar satu hektare yang dianggap kurang produktif menjadi destinasi wisata jenis pemandian.
Nama pemandian itu Sumber sewu atau populer dengan Ranu Sosro Segaran. Wisata Pemandian Ranu Sosro merupakan obyek wisata alam yang belum banyak dikenal oleh masyarakat luar daerah. Pemandian ini menjadi ikon Desa Tirtomoyo, karena banyak kelebihan. Selain masih alami juga asri dengan udara yang segar. Kondisi alam disitu dapat mengusir kejenuhan serta menghilangkan fikiran rumit. Karena itu, Pemandian Ranu Sosro ini sangat cocok untuk kunjungan wisata. Meskipun harus menempuh perjalanan kurang lebih sekitar 2,5jam dari Kota Malang. Walau begitu, kita akan merasa aman karena wisata ini tidak jauh dari pemukiman warga dan tidak sulit dijangkau.
Kepala Desa Tirtomoyo Sugeng Rahayu menuturkan,orang menyebutnya,pemandian Sumber sewu, karena sumbernya memang banyak. Kalau dihitung lebih dari 1000 titik termasuk sumber yang kecil.
“Untuk status tanah adalah milik kas desa atau tanah pemajakan masuk di leter C.Sejak zaman Belanda,lahan ini tidak dimanfaatkan. Karena itu kami bangun tempat wisata agar bisa menambah PAD Tirtomoyo”, ungkap Sugeng Kamis (27/2/2025).
Dikatakan Sugeng, sekitar lima tahun lalu,pihaknya sudah bangun dinding penyekat dan gapura dengan biaya sekitar Rp 86 juta. Dana sebesar itu bersumber dari alokasi Dana Desa (DD) sesuai aturan atau Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang ada.
Itu dilakukan, agar ada pembatas antara fasilitas umum dengan kawasan pariwisata. “Kami berharap, dihari Raya Idul Fitri nanti, wisata ini sudah beroperasi,dengan tiket masuk yang sudah diperdeskan sebesar Rp 10 ribu”, jelas Sugeng.
Lebih jauh, Sugeng menjelaskan, bersumber dari alokasi Dana Desa (DD) saat ini pihaknya juga sudah membangun kolam renang untuk anak-anak. Tak hanya itu, untuk menarik minat anak-anak,pemandian itu akan ia lengkapi dengan sarana bermain, seperti, plorotan dan bandulan. “Wisata ini dikelola oleh 24 Pokmas. Dengan penuh semangat, setiap hari Jum’at mereka kerja bakti”, kata dia.
Selain kolam renang untuk anak-anak, disudut utara pemandian itu juga ada kolam renang untuk orang dewasa dengan lebar 8 meter dan panjang 18 meter. Atas swadaya kelompok Pokmas, pembangunan kolam renang tersebut menelan biaya sebesar Rp 37 juta. Jumlah itu belum termasuk ongkos pekerja.
Akhirnya, Sugeng Rahayu berharap,pertama,untuk mendekatkan masyarakat dalam mencari hiburan. Sedangkan dari sisi keuntungannya, Pemdes Tirtomoyo bisa mempekerjakan sekitar 24 Pokmas serta dapat menambah income desa yang hasilnya masuk dalam PAD Tirtomoyo yang selama ini terbilang mines. (HM/DK)







