MALANG, UPDATE NEWS99 – Tiga ruang kelas di SDN 7 Gedangan Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang saat ini dalam kondisi rusak. Kerusakan tembok yang berfungsi sebagai pelindung area itu mengancam keselamatan serta ketenangan siswa dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
Seorang guru kelas 3 SDN7 Gedangan Liswati S.Pd menerangkan, kerusakan tembok dan ubin itu terjadi di tiga ruang yaitu ruang kelas 3,5 dan 6.”Kejadian ini sekitar 5 tahun lalu, bersamaan dengan tanah longsor di Sumbernanas. Dampak longsor itu berimbas pada fisik bangunan di SDN 7 Gedangan saat hujan turun”, ungkap Liswati Senin, (10/3/2025).
“Dan mirisnya, kata Liswati, bagian tembok utara ruang kelas 3 kayaknya sudah terpisah dengan pondasi. “Tembok itu sepertinya mau copot. Kami khawatir jika terjadi gempa”, ucap Liswati dengan suara galau.
Apalagi, lanjut Liswati, dua pintu keluar masuk di ruang kelas 3 saat ini hanya satu pintu yang berfungsi. Sedang pintu satunya tidak bisa dibuka. Itu karena beberapa sentimeter rangka pintu dibagian bawah tertimbun tanah. “Dalam kondisi pintu yang sangat sempit, misalkan terjadi gempa,kami Kesulitan mengevakuasi anak-anak”, kata Liswati dengan gambaran negatif.
Meski dari pihak lembaga sudah pernah mengajuan bantuan dana pembangunan, tetapi hasilnya masih jauh dari harapan.
“Kami berharap segera ada penanganan dari dinas terkait. Karena kondisinya sangat membahayakan”,pintanya.
Sementara itu, Widyastutik seorang guru kelas 6 menuturkan,pada saat musim hujan, diruangan tempat dia mengajar seperti ada sumber mata airnya. Meski tidak sederas sumber mata air pada umumnya, tetapi kondisinya sangat tidak nyaman.”Kami berharap segera ada penanganan dari Pemerintah. Agar anak-anak bisa belajar dengan tenang,tanpa harus gelisah seperti yang terjadi belakangan ini”, pungkasnya.
Terpisah, Inul Yakin S.Pd juga seorang guru disitu menjelaskan, dulu kondisi gedung ini tidak separah sekarang. Kejadian ini sekitar 5 tahun. Awalnya sedikit, kemudian merembet hingga seperti ini. Akibat kejadian ini,kondisi ruangan sekolah terlihat kumuh dan kurang nyaman.”Parahnya lagi saat musim hujan seperti kemarin, tiba-tiba dilantai dua ruangan itu keluar sumber air”, pungkasnya. (H.M/Dk)







