MALANG, UPDATE NEWS99 – Anggota DPRD Kabupaten Malang H. Mahrus Ali, mengaku prihatin dengan kondisi SDN 3 Tambakasri Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang yang kondisinya membahayakan keselamatan siswa.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mendesak, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang untuk segera membangun gedung tersebut, agar kualitas pendidikan yang ada di Malang Selatan, khususnya wilayah Sumbermanjing Wetan setara dengan pendidikan di wilayah lain.
“Saya meminta, memohon dan mendorong terus agar supaya SDN 3 Tambakasri untuk segera di bangun. Karena kondisi tiga lokal saat ini dalam kondisi yang sangat membahayakan keselamatan siswa”, jelas Gus Mahrus, panggilan akrabnya Rabu (20/8/2025).
Gus Mahrus juga mengaku, hal ini sudah dia sampaikan baik secara langsung maupun lewat by phone kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Suwadji.
Kata Gus Mahrus, selain SDN 3 Tambakasri, ada beberapa SD lain di Kecamatan Sumbermanjing Wetan ini dalam kondisi yang sama, seperti di Sekarbanyu dan Sumberagung.
Dengan kondisi ini, Gus Mahrus meminta keseriusan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang untuk segera menanganinya.
Meski ketiga ruang kelas disitu sudah lama tidak dimanfaatkan untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), kondisi itu menjadi kekhawatiran para dewan guru.
Mirisnya, posisi tiga ruang kelas rusak itu, selain bersebelahan dengan ruang kelas TK juga berada di lingkungan bermain.
Kepala SDN 3 Tambakasri Nur Wisuda Wati S.Pd menerangkan, kerusakan tiga ruang kelas dilembaga yang dihuni oleh sebanyak 164 siswa ini sudah lama terjadi.
Dikatakan Bu Nur (panggilan akrabnya) seiring berjalannya waktu, kerusakan tiga ruang kelas itu semakin parah. Kemudian, sekitar tahun 2023, terpaksa dikosongkan.
“Anak seusia TK dan SD belum bisa membedakan antara tempat aman dan berbahaya. Jika terjadi hal yang tidak diinginkan, tentunya pihak lembaga yang disalahkan”, tutur Bu Nur beberapa waktu lalu.
Dengan fenomena itu, KS asal Gedog Wetan Kecamatan Turen ini tak tinggal diam. Seperti yang dilakukan KS sebelumnya, pihaknya sudah melayangkan proposal usulan rehabilitasi ke Dinas Pendidikan Kabupaten Malang. Sayangnya, sampai sekarang belum ada respon.
Lebih jauh, Bu Nur menjelaskan, sebelumnya, tiga ruang kelas itu untuk belajar siswa kelas 4,5 dan 6.Tetapi dengan selesainya pembangunan gedung baru, kemudian direlokasi.
Kemudian tiga ruang kelas itu kembali dimanfaatkan untuk belajar murid TK Dharma Wanita. “Tiga ruang kelas ini akhirnya dikosongkan, itu dengan berdirinya gedung TK baru yang terletak bersebelahan dengan ruang kelas lama”, ungkapnya. (HM/DK)








