ZIDDAN: MARAKNYA PERGAULAN BEBAS DI KALANGAN REMAJA

ZIDDAN: MARAKNYA PERGAULAN BEBAS DI KALANGAN REMAJA

JAMBI | UPDATE NEWS99 || – Mendengar kata pergaulan bebas tentunya sudah tidak asing lagi di dengar telinga kita. Pergaulan bebas ini merupakan masalah yang tidak ada habisnya di kalangan masyarakat, yang
membuat menjadi resah dan merugikan.

Bahkan, pergaulan bebas sudah menjadi fenomena yang lumrah. Salah satu penyebab dari pergaulan bebas ini adalah lingkungan pertemanan yang tidak baik.

Namun tahukah kalian apa pergaulan bebas itu? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata “pergaulan” memiliki arti menjalin pertemanan dalam kehidupan bermasyarakat.

Sedangkan kata “bebas” berarti lepas atau tidak terikat. Dapat disimpulkan pergaulan bebas adalah jalinan pertemanan dalam kehidupan bermasyarakat yang bersifat lepas atau tidak terikat.

Menurut pandangan Islam, pergaulan bebas dan dampak negatifnya di tinjau dari pendidikan Islam adalah tata cara pergaulan antara manusia dengan sesama manusia terutama dengan lawan jenisnya yang mengarah pada pelaksanaan hubungan seks di luar nikah.

Pergaulan bebas yang mempunyai konsekuensi destuksif dan berprilaku menyimpang mengarah pada pergaulan yang bertentangan dengan nilai-nilai terkandung dalam pendidikan Islam.

Pergaulan bebas secara umum dapat didefinisikan sebagai perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat.

Fenomena ini terjadi ditandai dengan semakin banyaknya remaja yang melakukan aktivitas seksual di luar nikah, penyalahgunaan narkoba, tawuran antar sesama, dan perilaku beresiko lainnya.

Hal ini membuat kita semua khawatir, karena remaja adalah generasi yang akan meneruskan peradaban dan diharapkan dapat memberikan contoh yang baik serta membangun masa depan yang lebih baik lagi.

Pergaulan bebas di kalangan remaja disebabkan oleh beberapa faktor: Antara lain, kurangnya pengawasan dan bimbingan dari orang tua.

Misalnya, jika orang tua tidak memperhatikan kegiatan dari anak-anaknya, hal ini lah yang membuat anak tersebut mungkın akan lebih bebas dan bertindak tanpa memikirkan konsekuensinya.

Selain itu, pengaruh negatif dari teman sebaya juga menjadi penyebab pergaulan bebas.

Hal ini merupakan penyebab sering terjadinya pergaulan bebas jika teman-temannya mendorong berperilaku bebas tanpa skat norma agama dalam melakukan hal-hal yang tidak baik.

Remaja tersebut mungkin langsung mengikutinya tanpa berpikir apa yang akan terjadi kedepannya.

Kemudahan akses konten negatif melalu media digital juga dapat memengaruhi pergaulan bebas remaja.

Nah! ini merupakan salah satu penyebab yang sering terjadi di kalangan remaja.

Banyaknya konten-konten pornografi yang terpapar di media sosial, maka mereka mungkin akan melakukan hal hal yang seharusnya tidak pantas.

Selanjutnya, pemahaman dan penerapan nilai-nilai moral dan agama yang rendah dapat menyebabkan pergaulan bebas pada remaja.

Jika remaja tidak mengerti atau tidak menerapkan nilai-nilai moral dan agama, mereka lebih mungkin terpengaruh oleh pergaulan bebas.

Jika seorang remaja tidak mengerti pentingnya jujuran dan menghormati orang lain, dia mungkin akan terlibat dalam perilaku yang tidak pantas seperti berbohong atau membully teman-temannya.

Hal ini bisa membuatnya terjebak dalam pergaulan bebas yang berisiko.

Penting bagi remaja dapat menghindari untuk memahami dan menerapkan nilai-nilai moral dan agama agar mereka dapat menghindari pergaulan bebas dan menjalani kehidupan yang lebih positif.

Terakhir, kurangnya pendidikan seks juga bisa menyebabkan pergaulan bebas di kalangan remaja.

Jika remaja tidak diberikan pendidikan sex yang benar dan tepat, mereka mungkin tidak mengerti pentingnya menjaga diri dan menghormati diri sendiri dalam berhubungan sex.

Oleh karena itu, penting bagi orang tua, sekolah, dan masyarakat untuk memberikan pendidikan sex dan bimbingan yang tepat kepada remaja agar mereka bisa terhindar dari pergaulan bebas.

Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan pergaulan bebas di kalangan remaja adalah mentaati peraturan.

Penting untuk memiliki aturan yang ketat dan sanksi yang tegas. Namun, sayangnya di negara kita, aturan yang ada belum efektif untuk mencegah perilaku amoral.

Di dalam Islam sendiri, sudah ada ketentuan hukuman bagi pelaku perzinahan. Misalnya, pelaku perzinahan bisa dihukum dengan cambuk sebanyak 100 kali dan diasingkan selama setahun jika masih lajang.

Sedangkan bagi pelaku perzinahan yang sudah menikah, bisa dihukum dengan rajam hingga mati.

Contoh sanksi yang diberikan dalam Islam untuk pelaku perzinahan dapat membuat masyarakat memahami pentingnya aturan yang tegas dan sanksi yang berat untuk mencegah perilaku amoral.

Meskipun aturan tersebut sudah ada, namun masih perlu upaya lebih lanjut untuk memastikan penerapan aturan tersebut agar efektif dalam mencegah pergaulan bebas di kalangan remaja. ***)

 

 

Posted: malangupdatenews99.com
Jambi, June 6, 2024

Artikel ini ditulis oleh Muhammad Ziddan Al Farizi, Mahasiswa Teknik Pertanian Universitas Jambi, dengan judul, “Maraknya Pergaulan Bebas di Kalangan Remaja”