Batu malangupdatenews99 – Pada bulan suci Ramadhan yang penuh berkah, sebuah fenomena menarik di Kota Batu. Keripik buah apel menjadi primadona di tengah-tengah masyarakat, memikat hati dengan cita rasa yang segar dan nikmat. Awal pekan pertama Ramadhan Rumah Produksi dan Toko Keripik Buah Ken Dedes Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, milik H. Khamim Tohari, menjadi saksi bisu lonjakan pesanan yang mengagumkan. Dengan pesanan yang melonjak lebih dari 100%, ini tidak hanya mencerminkan popularitas yang menggila, tetapi juga permintaan yang tinggi akan keripik buah apel di tengah-tengah masyarakat.
Kisah sukses ini menjadi puncak pencapaian di bulan yang penuh dengan ibadah dan keberkahan ini. Keripik buah apel telah meraih tempat istimewa di hati masyarakat, menjadi pilihan utama di meja hidangan berbuka puasa. Dibalut dengan kesegaran dan kelezatan buah apel yang telah diolah dengan cermat, keripik ini menjadi sajian yang tak tergantikan di meja makan keluarga Muslim di Kota Batu.

Khamim Tohari, pemilik dari rumah produksi tersebut, menyambut dengan bangga lonjakan pesanan ini. Kesuksesan ini juga menjadi bukti akan dedikasi dan inovasi yang telah ditanamkan dalam setiap kemasan keripik buah apel yang dihasilkan. Dengan cita rasa yang autentik dan kualitas yang terjamin, keripik buah apel Ken Dedes Tulungrejo telah berhasil merebut hati tidak hanya masyarakat lokal, tetapi juga dari kota-kota sekitarnya.
Hal ini juga menunjukkan bahwa dalam setiap usaha, terdapat peluang besar untuk berkembang, terutama ketika usaha tersebut didukung oleh kualitas dan dedikasi yang tinggi. Keterampilan dalam mengolah bahan baku, keberanian untuk berinovasi, dan kemampuan untuk memenuhi permintaan pasar merupakan kunci keberhasilan dalam menjelajahi dunia bisnis, bahkan di tengah-tengah bulan yang penuh berkah ini.Khamim Tohari, pemilik rumah produksi yang baru saja meraih kursi politiknya di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batu periode kedua, menjelaskan keripik buah yang diproduksinya meliputi berbagai jenis, seperti keripik apel, nangka, salak, pisang, dan mix fruit. Namun, yang paling diminati oleh masyarakat adalah keripik buah apel, terutama dari luar kota.

“Hari ini saja, ada distributor dari Probolinggo yang memesan 10 ribu kemasan keripik buah mix. Stok keripik nangka ukuran kemasan 100 gram sudah habis. Bahkan stok kemasan los 5 kilogram pun telah habis untuk semua jenis buah,” ungkap Khamim Tohari dengan antusias.
Kesuksesan ini tak lepas dari mudahnya mendapatkan bahan baku buah apel, yang membuat produksi keripik apel mendominasi jumlah dibandingkan dengan jenis buah lainnya. Khamim menjelaskan buah apel lebih mudah diperoleh dibandingkan dengan buah lainnya, seperti nangka yang bersifat musiman. Hal ini membuat jumlah produksi keripik apel menjadi lebih tinggi.
Permintaan pesanan keripik buah Ken Dedes Tulungrejo tidak hanya berasal dari wilayah Jawa Timur, tetapi juga dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Bali, Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan. Keberhasilan ini juga berdampak positif pada lapangan pekerjaan bagi masyarakat Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.
Jualan Online

Selain menjalankan penjualan grosir secara konvensional, toko yang dimiliki oleh Khamim juga memperluas jangkauan bisnisnya dengan memanfaatkan media sosial untuk menjual produk secara online. Langkah ini tidak hanya membuka pintu bagi konsumen lokal, tetapi juga menjangkau pasar yang lebih luas di berbagai wilayah di Indonesia.
Pemanfaatan media sosial menjadi salah satu strategi yang cerdas dalam mengikuti perkembangan zaman dan tren bisnis modern. Dengan memanfaatkan platform seperti Instagram, Facebook, atau marketplace online, toko Ken Dedes Tulungrejo dapat menjangkau konsumen potensial yang berada di luar wilayah geografisnya. Potensi penjualan yang meningkat secara online juga membuka peluang bagi pengusaha keripik apel lainnya di Kota Batu untuk mengikuti jejak kesuksesan ini.

Dia berharap keberhasilan produksi keripik apel dari Ken Dedes Tulungrejo dapat menjadi inspirasi bagi para pengusaha lainnya untuk meningkatkan kualitas dan inovasi produk mereka. Melalui kolaborasi dan kompetisi yang sehat, mereka dapat bersama-sama mempertahankan apel sebagai produk khas dari kota dingin ini..
“Lebih dari 10 orang yang bekerja bersama saya di tempat produksi. Mereka semua adalah tetangga, tidak ada yang berasal dari tempat yang jauh,” tambahnya.
Kisah sukses Ken Dedes Tulungrejo dalam menghadapi permintaan yang tinggi ini memberikan inspirasi bagi para pengusaha lokal untuk terus mengembangkan usaha mereka. Dengan kerja keras dan kreativitas, mereka berhasil menaklukkan pasar Ramadhan dengan produk unggulannya, keripik buah apel.( Eno )







