Ubah Sampah Jadi Subur : Edukasi dan Praktik Biopori Berbasis Limbah Organik”

Ubah Sampah Jadi Subur : Edukasi dan Praktik Biopori Berbasis Limbah Organik”

Ngawi, Update News99 – Program kerja bertajuk “Ubah Sampah Jadi Subur: Edukasi dan Praktik Biopori Berbasis Limbah Organik” oleh mahasiswa Kelompok 51 Universitas Brawijaya yang tergabung dalam Program Mahasiswa Membangun Desa (MMD) 2025. Kegiatan ini dimulai pukul 09.00 WIB hingga 11.30 WIB dan bertempat di Gedung Karang Taruna, Desa Ngrayudan, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, Selasa (8/7/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pengabdian masyarakat mahasiswa Universitas Brawijaya yang bertujuan untuk menjawab permasalahan lingkungan di tingkat lokal, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan limbah organik rumah tangga. Dalam observasi awal, masih banyak warga desa yang membuang sampah dapur seperti sisa sayuran dan buah-buahan tanpa pengolahan lanjutan, sehingga berisiko mencemari lingkungan dan mempercepat penumpukan sampah domestik. Oleh karena itu, kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan dan mempraktikkan teknologi lubang resapan biopori sebagai solusi pengolahan limbah organik berbasis rumah tangga yang sederhana, hemat lahan, dan ramah lingkungan. Kelompok 51 MMD Universitas Brawijaya 2025 diketuai oleh Early Veramoy. Gagasan serta tanggung jawab utama atas kegiatan ini dipegang oleh Agustina Risqinda Rahayu selaku sekretaris dan Aisha Laras Anindita selaku bendahara. Keduanya berperan sebagai penggagas sekaligus penanggung jawab utama dalam perencanaan dan pelaksanaan program kerja ini. Seluruh rangkaian kegiatan berada di bawah bimbingan Ibu Ir. Inggit Kresna Maharsih, S.T., M.Sc., selaku dosen pembimbing lapangan yang memberikan arahan dan supervisi sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan. Dukungan penuh juga diberikan oleh panitia MMD tingkat Universitas, yang difasilitasi oleh Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) melalui Pusat Layanan Kuliah Kerja Nyata Universitas Brawijaya.

Agustina Risqinda Rahayu selaku sekretaris menjelaskan Sosialisasi dilakukan secara langsung kepada masyarakat setempat dengan melibatkan 24 peserta yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga, anggota Persatuan RT 1 dan RT 2 (PERSADA), serta perwakilan perangkat desa. Mahasiswa menyampaikan materi edukatif mengenai pentingnya pengelolaan limbah organik, konsep dasar biopori, dan manfaatnya baik secara ekologis maupun ekonomis. Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif menggunakan bantuan poster edukatif, alat peraga, dan contoh media tanam, sehingga peserta dapat memahami tidak hanya secara teori tetapi juga dalam konteks aplikatif.

Setelah sesi materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi serta praktik pembuatan media tanam biopori. Dalam praktik ini, mahasiswa bersama warga menggunakan 20 galon bekas dan 20 planter bag sebagai media. Galon dan planter bag dimodifikasi dengan lubang resapan di bagian dalam dan diisi dengan limbah organik yang berasal dari sayuran dan buah-buahan. Proses ini menunjukkan bagaimana limbah dapur dapat dimanfaatkan menjadi kompos alami melalui sistem resapan vertikal yang tertutup. Pada bagian atas media tanam, peserta juga menanam berbagai bibit sayuran, sehingga sistem biopori yang dibuat tidak hanya berfungsi sebagai alat pengelolaan limbah, tetapi juga menjadi sarana budidaya tanaman produktif yang dapat menunjang kebutuhan pangan rumah tangga.

Tambahnya, warga terlibat aktif dalam seluruh proses kegiatan, mulai dari pelubangan media, pengisian sampah organik, hingga penanaman bibit. Suasana kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme, diwarnai dengan sesi diskusi dan tanya jawab selama praktik berlangsung. Banyak peserta yang menyampaikan minat untuk menerapkan metode ini di rumah masing-masing, mengingat bentuknya yang praktis, tidak memerlukan lahan luas, dan memiliki nilai manfaat ganda.
Sebagai tindak lanjut, mahasiswa membagikan panduan tertulis mengenai cara pembuatan, pengisian, dan perawatan lubang biopori agar dapat diterapkan secara mandiri oleh warga. Bibit tambahan juga diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan kegiatan. Dengan metode ini, diharapkan warga mampu tidak hanya mengelola sampah secara mandiri, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan rumah tangga dan memperindah lingkungan sekitar.

Kegiatan ini tidak hanya berdampak pada aspek lingkungan, tetapi juga menjadi sarana edukatif yang mampu membangun kesadaran ekologis masyarakat desa. Program ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin ke-13 mengenai penanganan perubahan iklim dan poin ke-12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Salah satu partisipan, Ibu Tatik, mengatakan, “Acaranya seru dan mudah dipahami. Inovasi media tanam biopori ini juga simpel, jadi saya dan ibu-ibu yang lain bisa langsung menerapkannya di rumah masing-masing.”. Besar harapan kami agar kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata, tidak hanya dalam jangka pendek, tetapi juga sebagai kebiasaan baru yang berkelanjutan dalam pengelolaan limbah organik di tingkat rumah tangga. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Desa Ngrayudan atas partisipasi aktif dan kerja samanya dalam menyukseskan kegiatan ini Tutup Agustina. (Ria)

#Universitas Brawijaya
#MMDUB25
#DRPMUB
#SDGs13
#SDGs12

Sumber: Agustina Risqinda Rahayu
Aisha Laras Anindita
CP Qinda: 085706417949
Laras: 087892008549
Email: arisqindar@student.ub.ac.id
larasandini@student.ub.ac.id