Shelsya DS: Obat itu Bukan Permen, Mari Bijak Menggunakannya!

Shelsya DS: Obat itu Bukan Permen, Mari Bijak Menggunakannya!

KOTA MALANG, UPDATE NEWS, – Penting sekali bagi kita untuk memahami cara menggunakan obat dengan benar.

Meskipun obat sangat bermanfaat untuk mengobati berbagai penyakit, jika digunakan sembarangan, justru dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya atau bahkan memperburuk kondisi kesehatan.

Oleh karena itu, kesadaran masyarakat, tenaga medis. dan semua pihak terkait tentang penggunaan obat yang bijak perlu terus ditingkatkan.

Penggunaan obat secara bijak mencakup memastikan obat yang digunakan sesuai dengan penyakit, mnengikuti dosis yang dianjurkan, dan memahami cara pemakaiannya.

Jika penggunaan obat tidak sesuai, seperti mengonsumsinya berlebihan atau tidak mengikuti resep dokter. Hal ini dapat menimbulkan berbagai masalah seperti resistensi antibiotik, efek samping yang merugikan, atau ketergantungan obat.

Masalah yang sering terjadi di masyarakat yaitu penggunaan antibiotik tanpa resep dokter. Banyak orang yang mengonsumsi antibiotik untuk penyakit ringan seperti flu atau batuk pilek, padahal penyakit ini umumnya disebabkan oleh virus, yang tidak membutuhkan antibiotik. Akibatnya, bakteri dalam tubuh bisa menjadi kebal terhadap antibiotik.

Sehingga pengobatan dimasa depan menjadi lebih sulit. Ini bukan hanya masalah individu, tetapi juga ancaman besar bagi kesehatan masyarakat.

Kemudian, meminum obat penghilang nyeri secara berlebihan. Obat penghilang nyeri sering kali digunakan tanpa mempertimbangkan dosis yang tepat.

Misalnya, mengonsumsi obat lebih dari anjuran untuk meredakan sakit kepala, kebiasaan ini dapat merusak fungsi hati atau ginjal dalam jangka panjang.

Selain itu, kurangnya pemahaman tentang interaksi obat juga menjadi isu serius. Banyak orang tidak menyadari bahwa obat yang mereka konsumsi dapat saling berinteraksi, baik mengurangi efektivitas obat maupun menimbulkan efek berbahaya seperti mengonsumsi beberapa obat sekaligus tanpa memeriksa kemungkinan interaksi antar obat.

Contohnya, meminum obat flu bersamaan dengan obat herbal tertentu yang justru dapat menimbulkan reaksi berbahaya.

Edukasi masyarakat juga memegang peran penting. Pemerintah dan lembaga kesehatan perlu lebih aktif alam memberikan sosialisasi tentang pentingnya penggunaan obat yang bijak.

Hal ini bisa dilakukan melalui kampanye, penyuluhan, media massa, atau program pendidikan kesehatan di sekolah dan komunitas.

Dengan meningkatnya pemahaman tentang pentingnya penggunaan obat yang bijak, risiko akibat salah penggunaan obat dapat diminimalkan.

Sehingga, idak hanya menciptakan masyarakat yang lebih sehat tetapi juga mengurangi beban biaya pengobatan dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. (Shelsya DS)

 

Opini: Obat itu Bukan Permen, Mari Bijak Menggunakannya!
Writer, Shelsya Dhea Syafitri (Mahasiswi S1 Farmasi-Universitas Muhammadiyah Malang)

Malang, January 01, 2025